KabarSunda.com- Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat Jawa Barat melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dalam pembangunan SMKN 1 Cileungsi Kabupaten Bogor.
Menurutnya, sekolah yang sempat mendapatkan sentuhan pembangunan tersebut kualitasnya buruk. Terlebih pada peristiwa ini atap sekolah di lantai dua roboh.
“SMKN 1 Cileungsi Kab Bogor dari informasi yang saya terima dibangun pada 2016. Dipastikan kualitas pembangunannya buruk kalau sampai atapnya roboh,” kata Gubernur Jabar dalam akun instagram pribadinya.
Gubernur bersapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyebut pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Jawa Barat nantinya akan membuka secara terang akan kondisi bangunan SMKN 1 Cileungsi.
“Untuk itu saya juga sudah meminta Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan. Dan dulu siapa yang membangunnya. Karena setiap orang harus bertanggung jawab terhadap hal yang dia lakukan,” ucapnya.
Tidak ada hujan tidak ada angin, atap bangunan SMKN 1 Cileungsi yang berada di lantai 2 di Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, kabupaten Bogor, tiba-tiba ambruk pada saat kegiatan belajar dan mengajar (KBM) tengah berlangsung, Rabu (10/9/2025) sekira pukul 09.20 WIB.
Total 31 orang menjadi korban, 26 ditangani di RS dr. Abdul Radjak Cileungsi atau RS MH Thamrin Cileungsi dan 5 di RS Merry. Luka yang dialami korban rata-rata bagian kepala dan tangan.
Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengatakan, atap bangunan yang ambruk yakni ruang kelas X sebanyak 2 unit, 1 unit ruang kelas XI, dan 1 unit ruang aula kelas XII. Semuanya berada di lantai dua. “Saat insiden terjadi, KBM sedang berlangsung. Saat itu para siswa berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.
Kompol Edison menduga atap bangunan SMKN 1 Cileungsi disebabkan konstruksi baja ringan penahan yang tidak kokoh, sehingga tidak kuat menahan beban yaitu genteng.











