KabarSunda.com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) mengungkap keadaan terkini para siswa yang mengalami keracunan usai menyantap menu program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani Dewi mengungkapkan terdapat total 1.470 siswa yang mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan program MBG.
Ia menuturkan, sebanyak 32 siswa masih dirawat di sejumlah rumah sakit per Minggu, 28 September 2025.
“Untuk total secara keseluruhan ada kurang lebih sekitar 1.470-an, di mana hari ini yang masih dirawat di beberapa rumah sakit 32 orang,” ujarnya dalam Kompas Siang Kompas TV, Minggu, 28 September 2025.
Ia menuturkan kondisi para pelajar yang tengah dirawat tersebut mayoritas telah membaik.
“Alhamdulillah sudah mengalami banyak perbaikan,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan anak-anak yang mengalami keracunan itu kebanyakan mengalami masalah pada lambung.
“Karena diagnosa terbanyak ada di masalah lambung,” ungkapnya.
Ia membeberkan, kasus keracunan MBG di Bandung Barat melibatkan tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Dari hari pertama saat kita tahu ada keracunan MBG di Bandung Barat, sebetulnya ada tiga SPPG yang terlibat dan berlangsung selama empat hari,” jelasnya.
Dia mengatakan SPPG-SPPG itu berlokasi di kecamatan yang berbeda.
Kasus dugaan keracunan MBG di Bandung Barat terjadi pertama kali pada Senin (22/9/2025). Saat itu, belasan siswa SMK Pembangunan Bandung Barat mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Cipongkor.
Namun satu hari kemudian, korban terus bertambah dari berbagai jenjang pendidikan, dari PAUD, SD, SMP/MTs, hingga SMA/sederajat.
Atas kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat sempat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Status KLB saat ini telah dicabut.











