Keracunan MBG di Bandung Barat, Dinkes Jabar Soroti Jeda antara Masak dan Distribusi Makanan

KabarSunda.com- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat (Jabar) Vini Adiani Dewi menyoroti jeda antara waktu memasak hingga distribusi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah di Bandung Barat.

Hal ini menyusul kasus keracunan massal di Kabupaten Bandung Barat dalam beberapa waktu terakhir.

Vini mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap dua sampel makanan.

“Kalau saya perhatikan, dari mulai kejadian keracunan, sebetulnya diawali ketika kami melakukan pemeriksaan. Jadi di pemeriksaan itu ada dua sampel. Sampel pertama yang disiapkan oleh para SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) ini, yang memang harus disiapkan, disimpan selama dua kali 24 jam,” kata Vini dalan Kompas Siang Kompas TV, Minggu, 28 September 2025.

“Kedua, sampel yang kami ambil ketika dugaan keracunan makanan ini terjadi,” imbuhnya.

Menurut penjelasannya, hasil pemeriksaan kimiawi telah keluar. Sementara hasil pemeriksaan mikrobiologi belum keluar karena membutuhkan waktu yang lebih lama.

“Terdapat pemeriksaan sampel secara zat kimiawi. Karena kalau mikrobiologi itu memerlukan waktu yang cukup lama yakni sekitar lima hari. Jadi untuk hasil tepatnya mikrobiologi itu baru ada hari Senin,” jelasnya.

Ia kemudian mengungkap hasil pemeriksaan secara zat kimiawi.

“Kalau dilihat secara hasil pemeriksaan ke arah zat kimianya hampir semuanya negatif,” tegasnya.

Ia kemudian menyoroti lamanya jeda antara proses memasak makanan MBG hingga didistribusikan ke sekolah-sekolah di Bandung Barat.

Menurut penuturannya, keracunan di beberapa sekolah di Bandung Barat mayoritas terjadi karena hal tersebut.

“Ini kebanyakan terjadi karena saat memasak sampai makanannya masak dan didistribusikan ke siswa kebanyakan terlalu lama,” ucapnya.

“Karena tidak semua orang yang makan masakan MBG jadi sakit,” imbuhnya.

Misalnya, lanjut Vini, di Desa Cipongkor, ada 3.800 orang yang menjadi target MBG, namun yang mengalami kesakitan 393 orang.

“Di desa Cihampelas dari 3.228, yang mengalami masalah keracunan tidak semua. Memang terjadi pada anak-anak yang memakan makanan yang didistribusikannya lebih dari empat jam,” ucapnya.

Ia menuturkan terdapat tiga SPPG yang terkait dengan kasus keracunan di Bandung Barat.

“Dari hari pertama saat kita tahu ada keracunan MBG di Bandung Barat, sebetulnya ada tiga SPPG yang terlibat dan berlangsung selama empat hari,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, per Minggu, masih ada 32 orang yang dirawat di beberapa rumah sakit karena keracunan MBG.