Alokasi Transfer ke Daerah Dipotong Rp 320 M, Pemkab Tasikmalaya Efisiensi Besar-besaran

KabarSunda.com- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menghadapi tantangan fiskal yang serius setelah menerima kabar bahwa alokasi transfer ke daerah (TKD) tahun ini akan berkurang drastis hingga Rp 320 miliar.

Pemotongan anggaran ini memaksa Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin untuk memutar otak dan segera memberlakukan efisiensi besar-besaran di semua lini belanja daerah.

Cecep tak menampik, kondisi ini akan berdampak luas pada keuangan daerah. Ia memastikan bahwa langkah efisiensi akan menyentuh berbagai pos, mulai dari belanja rutin hingga pembangunan fisik.

”Efisiensi kita besar sekali, karena TKD kita akan berkurang Rp 320 miliar. Tentu akan banyak pengurangan belanja, baik untuk pegawai maupun belanja modal,” ujar Cecep, Minggu 5 Oktober 2025.

Di tengah keterbatasan anggaran, ia pun menegaskan komitmennya untuk memastikan roda pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan. Ia memastikan bahwa program yang bersifat urusan wajib dan pilihan daerah akan dipertahankan secara proporsional.

Menurut dia, strategi utama Pemkab Tasikmalaya untuk menekan defisit anggaran adalah dengan memaksimalkan sumber pendapatan internal, tanpa memberatkan masyarakat.

”Kami akan melakukan review seluruh potensi pendapatan asli daerah (PAD) untuk menekan kekurangan itu, tanpa harus meningkatkan beban rakyat,” ucapnya.

Artinya, kata Cecep, tanpa harus membebani warga, pemerintah daerah akan fokus pada pengawasan dan pengoptimalan potensi PAD yang selama ini belum tergarap maksimal.

Sistem digital

Untuk menekan kebocoran dan meningkatkan akuntabilitas pemasukan, Cecep bakal melakukan gebrakan digital. Salah satu contohnya pada sektor pariwisata yang merupakan salah satu lumbung PAD potensial. Ia menargetkan agar sistem penerimaan di kawasan wisata segera beralih dari manual ke digital.

”Digitalisasi akan kita dorong penuh. Tahun 2026, semua layanan wisata harus sudah beralih ke sistem digital. Ini penting untuk menekan kebocoran dan meningkatkan efisiensi,” ujarnya.

Menurut Cecep, kebijakan ini untuk menghentikan penggunaan tiket manual berbasis kertas yang rawan manipulasi.

Oleh karena itu, diganti dengan sistem tiket digital. Langkah inovatif ini diharapkan dapat memberikan pemasukan yang lebih akurat dan signifikan bagi kas daerah, sekaligus menjadi solusi cerdas di tengah tantangan pemotongan TKD.

Dengan pendekatan inovatif dan efisiensi yang terukur, katanya, Pemkab Tasikmalaya berharap dapat menjaga stabilitas pembangunan dan pelayanan publik di tengah tantangan fiskal yang ada.