KabarSunda.com- Lembaga Swadaya Masyarakat Triga Nusantara Indonesia (LSM Trinusa) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat (Jabar) akhirnya menyampaikan surat pemberitahuan aksi demonstrasi kepada Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Dalam pemberitahuan resmi tersebut, aksi rencananya akan digelar di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Rabu, 29 Oktober 2025, dengan melibatkan ratusan massa.
Ketua LSM Trinusa DPD) Jabar, Ait M Sumarna mengatakan, aksi ini merupakan bentuk kepedulian dan kontrol sosial terhadap dugaan berbagai persoalan publik yang perlu ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
“Aksi yang akan kami lakukan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial dan hak konstitusional kami sebagai warga negara untuk menyampaikan pendapat secara damai. Kami tidak akan melakukan tindakan anarkis. Semua akan berjalan tertib dan sesuai peraturan,” tegas Ait kepada KabarSunda di Sekretariat Bersama LSM Trinusa DPD Jabar, Jl Caringin, Kota Bandung, Rabu, 22 Oktober 2025.
Aksi demo di Disdik Jabar, Trinusa mengusung beberapa isu. Ini isunya:
- Belanja kegiatan kursus singkat/pelatihan Test of English for International Communication (TOEIC) senilai Rp 7 miliar pada tahun anggaran 2024.
- Dana hibah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2022 yang dinilai tidak transparan.
- Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) atas nama Dr Ai Nurhasan AP M Si, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), yang tercatat mencapai Rp 5,129 miliar dan dinilai perlu klarifikasi karena dinilai tidak wajar.
- Proyek pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sekolah Luar Biasa (SLB) Dana DAK Tahun 2024 dengan nilai Rp 7,2 miliar yang dikerjakan oleh perusahaan yang sama, PT BSM.
- Isu penjualan buku karya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat berjudul “Menyemai Karakter Linuhung” kepada sekolah-sekolah SMA/SMK di Jawa Barat yang dinilai sebagai bentuk konflik kepentingan dan dugaan penyalahgunaan jabatan.
“Aksi damai kami ini adalah sarana konstitusional untuk menegakkan transparansi, akuntabilitas dan integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Negara harus hadir mendengarkan suara rakyat,” kata Ait.
Ait menambahkan, sebagai lembaga yang bergerak di bidang pengawasan sosial dan pemberdayaan masyarakat, Trinusa menyatakan akan terus mengawal isu-isu publik yang berkaitan dengan kepentingan rakyat, terutama di bidang pendidikan, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan.
“Aksi ini diharapkan menjadi peringatan moral dan seruan transparansi bagi lembaga-lembaga pemerintahan agar bekerja dengan jujur, profesional, dan tidak menyalahgunakan kewenangan publik,” tambah Ait.
Aksi massa akan bergerak dari Sekretariat LSM Trinusa DPD Jabar dan kemudian bergerak menuju Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Cukai ( DJBC ) Jawa Barat serta Dinas Pendidikan Jawa Barat sebagai dua titik utama penyampaian aspirasi.











