TKD Berkurang Rp 1 Triliun, Bupati Bandung Pastikan Pelayanan Publik akan Tetap Dilakukan dengan Baik

KabarSunda.com- Bupati Bandung Dadang Supriatna tegaskan, meskipun dana Transfer ke Daerah (TKD) berkurang hingga Rp 1 triliun, pelayanan publik akan tetap sama dan dilakukan sebaik mungkin.

Hal itu diungkapkan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat menggelar kegiatan Istigosah dan doa bersama yang dihadiri para camat, kepala dinas, kepala badan, serta tokoh agama di Rumah Jabatan Bupati Bandung, Soreang, Kamis 23 Oktober malam.

“Pemerintahan harus tetap berjalan dan pelayanan publik kepada masyarakat harus terus diberikan dengan baik, walaupun kondisi keuangan pemerintah pusat hingga daerah sedang tidak baik-baik saja,” kata Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menegaskan, pada 2026 mendatang, Kabupaten Bandung akan mengalami pengurangan anggaran dari TKD yang bersumber dari APBN, mencapai sekitar Rp 1 triliun.

Karena adanya pengurangan TKD dari pusat itu, ia pun meminta seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih keras mencari potensi pendapatan baru.

“Para camat harus turun langsung berkoordinasi dengan kepala desa dan Bapenda, mencari peluang sumber pendapatan lain yang selama ini belum tersentuh,” ujar Kang DS menegaskan.

Kegiatan istigosah dan doa bersama malam itu dipimpin oleh KH. Sofyan Yahya selaku penceramah dan pemimpin doa.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung Kang DS mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan doa agar Kabupaten Bandung senantiasa aman, kondusif, dan pemerintahan tetap berjalan dengan baik, meski kondisi keuangan pemerintah pusat hingga daerah sedang mengalami tekanan.

Dorong Optimalisasi Koperasi Merah Putih

Dalam kesempatan yang sama, Kang DS juga mengapresiasi terbentuknya 271 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bandung.

Ia menyampaikan terima kasih kepada para camat, kepala desa, lurah, dan dinas terkait yang telah mendukung program kerja Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam upaya menyejahterakan masyarakat desa.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Bandung akan menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk modal KDMP.

“Syaratnya, kepala desa segera berkoordinasi dengan pengurus inti KDMP, melengkapi laporan dan data pendirian. Jika tidak, maka akan kami tinggalkan,” ucapnya menegaskan.

Kang DS juga mendorong agar KDMP dapat berkolaborasi dengan SPPG di masing-masing wilayah untuk penyediaan 29 jenis bahan pokok yang dibutuhkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah, seperti Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Sosial agar tidak berjalan secara ego sektoral.

Himbauan Cerdas Bermedia Sosial

Kang DS juga mengingatkan ASN dan masyarakat agar bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Ia menyoroti kasus viral seorang warga di Selokan Jeruk yang disalahpahami publik akibat penyebaran informasi yang tidak benar.

“Kasus seperti itu harus menjadi pelajaran. Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya. Media sosial bisa jadi alat kebaikan, tapi juga bisa menyesatkan jika digunakan tanpa bijak,” ucap Kang DS berpesan.

Dengan semangat kebersamaan dan doa bersama, Kang DS berharap Kabupaten Bandung senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam kondisi keterbatasan anggaran di tahun mendatang.