KabarSunda.com- Produsen otomotif asal Korea Selatan, KG Mobility Corp. (KGM), resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan milik negara Indonesia, PT Pindad (Persero), untuk mengembangkan mobil nasional hingga bus listrik yang dapat diproduksi dan dipasarkan di Tanah Air.
Perjanjian pokok (Heads of Agreement/HoA) untuk kolaborasi ini ditandatangani di kantor Pindad di Bandung.
Dalam keterangannya, KG Mobility menyatakan bahwa kerja sama ini mencakup dukungan teknis kepada Pindad berupa evaluasi produk kendaraan, pengembangan teknologi, dan rekayasa manufaktur. Target awalnya adalah mencapai produksi hingga 200 ribu unit kendaraan di masa mendatang.
Melalui kerja sama ini, media otomotif menyoroti beberapa model dari KG Mobility yang berpotensi masuk pasar Indonesia.
-
Actyon: SUV berukuran besar dengan panjang sekitar 4.740 mm, lebar 1.920 mm, dan tinggi 1.680 mm. Mesin bensin turbo 1,5 liter generasi GDI menghasilkan sekitar 168–170 hp serta torsi 280 Nm.
-
Torres series (ICE, Hybrid & EV): Model ICE memakai mesin bensin 1,5 litre turbo (≈168 hp/280 Nm), sementara versi hybrid (Torres HEV) dan listrik murni (Torres EVX) menawarkan efisiensi tinggi dan jarak tempuh hingga 462 km (WLTP) untuk EV.
-
Musso EV: Pickup listrik pertama dari KGM di Korea Selatan, disematkan baterai berkapasitas 80,6 kWh sehingga diklaim sanggup menempuh hingga ≈400 km, serta menawarkan muatan dek hingga 500 kg.
-
Rexton (konvensional): Mesin diesel 2,2 liter e-XDi menghasilkan tenaga 202 PS dan torsi 441 Nm, cocok untuk kebutuhan utilitas dan off-road. Memiliki sistem penggerak 4WD dan transmisi otomatis 8-percepatan.
Indonesia dikenal sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dengan potensi pertumbuhan yang signifikan. Chairman KGM, Kwak Jae‑sun, menyebut bahwa “Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperluas penjualan melalui daya saing produk dan strategi pemasaran kami yang berbeda.”
Sebelum kerja sama ini, KG Mobility telah mengekspor lebih dari 1.000 unit kit knock-down (KD) untuk SUV Rexton ke Indonesia, dan menargetkan peningkatan pengiriman hingga 3.000 unit.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari misi Pindad untuk memperkuat posisi di industri kendaraan listrik nasional dan memperluas ekosistem otomotif dalam negeri.
Kerjasama ini membuka peluang bagi konsumen Indonesia untuk mengakses model kendaraan dengan teknologi dan platform global dari KGM melalui Pindad sebagai mitra lokal. Model-model seperti Torres EVX dan Musso EV menawarkan opsi berbeda dibanding produk yang selama ini tersedia di pasar Indonesia.
Namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.
-
Keberhasilan masuknya model-model KGM ke Indonesia sangat bergantung pada regulasi, pengenaan pajak dan bea masuk, serta positioning harga yang kompetitif di pasaran lokal.
-
Ketersediaan jaringan servis, suku cadang, dan after-sales untuk merek yang sebelumnya belum kuat di Indonesia adalah aspek krusial bagi konsumen.
-
Preferensi konsumen Indonesia yang sudah terbiasa dengan merek Jepang mungkin memerlukan adaptasi terhadap merek baru dari Korea.
Dengan menjalin kemitraan strategis antara Pindad dan KG Mobility, langkah nyata untuk menghadirkan mobil nasional berbasis teknologi global semakin terbuka.
Deretan model seperti Actyon, Torres series, Musso EV dan Rexton menjadi kandidat kuat yang dapat dibawa ke Indonesia. Kerja sama ini tak hanya berarti perluasan portofolio kendaraan, tetapi juga potensi penguatan industri otomotif nasional.
Untuk konsumen dan penggiat otomotif, fase selanjutnya akan lebih menarik ketika harga, spesifikasi lengkap, dan waktu peluncuran model-model tersebut di Indonesia diumumkan secara resmi.











