Tirto Utomo, Mantan Wartawan yang Sukses Membangun Aqua, Merek Air Mineral Raksasa di Indonesia

KabarSunda.com- Belakangan ramai di media sosial tersebar kabar salah satu merek air mineral Indonesia diambil dari sumber yang berbeda dari klaimnya, sehingga meningkatkan kekhawatiran pada konsumen.

Kabar tersebut termasuk disebarluaskan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang melakukan inspeksi langsung di Subang, Jawa Barat, setelah mendengar kabar klaim bahwa produksi air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua berasal dari sumur bor.

Pihak Aqua sendiri telah mengklarifikasi bahwa air mineral yang diproduksi Aqua benar berasal dari mata air pegunungan, namun dikumpulkan lewat mekanisme pengeboran muka tanah yang kemudian difilterisasi sebelum sampai ke tangan konsumen.

Terlepas dari sumber airnya, Aqua masih menjadi salah satu merek AMDK yang ada di Top-of-Mind masyarakat Indonesia ketika membeli air minum.

Merek ini didirikan oleh taipan Tirto Utomo, seorang mantan wartawan yang sukses membangun bisnis.

Tirto Utomo merupakan pendiri dari merek air mineral Aqua, yang lahir pada 8 Maret 1930 dan meninggal dunia pada 16 Maret 1994.

Sebelum mendirikan AQUA, dia merupakan seorang lulusan hukum Universitas Indonesia itu, dan Tirto pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi Harian Shin Po dan majalah Pantha Warna. Dia juga sempat bekerja di Pertamina.

Kendati mendapatkan penghasilan yang lumayan besar dari bekerja di Pertamina, Tirto memilih jalannya sendiri, membangun usaha air minum. Saat itu terinspirasi dari orang-orang penting yang bekerja sama dengan Pertamina dan tidak bisa meminum air rebusan, sehingga air yang disediakan harus steril.

Dia kemudian mendirikan didirikan Aqua pada 1973 dan menjadikannya sebagai pelopor produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), dengan kemasan botol yang praktis pertama di Indonesia.

Setahun setelah didirikan, Tirto meresmikan perusahaannya sebagai PT Golden Mississippi. Pabrik pertamanya berada di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, dan dia mulai mengembangkan produk Aqua hingga bisa diterima masyarakat.

Kala itu, airnya bersumber dari sumur artesis yang disaring hingga steril melalui lima tahapan. Namun, usahanya tidak selalu berjalan mulus. Di awal tahun Aqua dirintis, perusahaan terus mengalami kerugian, terlebih karena harganya yang bahkan lebih mahal dari bensin.

Namun, berkat kejelian dan kegigihan Tirto dalam melakukan inovasi dan memotivasi tim untuk terus mempromosikan produk, akhirnya membuat Aqua mulai mencapai titik balik pada tahun 1978.

Lini produknya semakin meluas di Tanah Air, hingga pada 1984 AQUA kemudian membangun pabrik kedua di Pandaan, Malang, untuk menyasar pangsa pasar di Jawa Timur.

Setelahnya, pada 1985 untuk menjamin produk Aqua memberikan kualitas air terbaik agar aman untuk dikomsumsi. Aqua juga mengembangkan produk dalam bentuk kemasan PET 220 ml.

Tirto Utomo meninggal dunia pada 16 Maret 1994, namun kejayaan Aqua masih berlangsung sebagai produsen air minum lewat PT Tirta Investama.

Merek itu pun dibeli oleh Danone, melalui Danone Asia Holding Pte.Ltd, pada September 1998 yang membeli saham mayoritas Tirta Investama, dari 40% menjadi 74% pada 2001.

Selanjutnya, PT Tirta Investama, PT AQUA Golden Missisippi dan PT Tirta Sibayakindo sepakat untuk bersinergi sebagai Grup Aqua.