KabarSunda.com- Tidak semua warga yang sudah merasakan nikmatnya program bantuan sosial.
Salah satunya, Nenek Cicah (70), warga Kampung Selaawi, Desa Banyurasa, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya.
Sang nenek hidup sebatangkara dan tak berdaya melawan usia dan penyakit, tapi hingga kini belum sekalipun tersentuh bantuan PKH maupun BPNT dari pemerintah.
Laporan memilukan ini diterima oleh Yayasan Peduli Untuk Sesama Kabupaten Tasikmalaya.
Nenek Cicah, yang sudah tidak mampu lagi bekerja, kini hanya bisa bergantung pada belas kasih saudara serta uluran tangan tulus dari tetangga-tetangga sekitar yang rutin memberinya makanan dan kebutuhan pokok.
Meskipun diabaikan oleh sistem, Nenek Cicah tidak sepenuhnya sendiri. Semangat gotong royong khas pedesaan Tasikmalaya menjadi penyelamatnya.
Warga Kampung Selaawi dengan sukarela bahu-membahu memperbaiki rumah Nenek Cicah yang tadinya sangat tidak layak huni, menjadikannya sedikit lebih aman untuk ditinggali.
Namun, kepedulian tulus warga tersebut berbanding terbalik dengan respons pemerintah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada perhatian langsung maupun upaya pendataan dari pemerintah desa setempat maupun Dinas Sosial Kabupaten.
“Kami langsung cek lokasi. Ibu Cicah ini adalah potret kemiskinan ekstrem yang nyata, tanpa penghasilan dan ironisnya belum dapat bantuan apa pun. Kami mendesak Pemerintah Desa dan Dinas Sosial agar segera turun gunung, lakukan pendataan kilat agar beliau bisa masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),” ujar Ketua Yayasan Peduli Untuk Sesama, Yayat.
Tak ingin Nenek Cicah terus terabaikan, Yayasan Peduli Untuk Sesama tidak tinggal diam. Sebagai langkah konkret, mereka akan segera melayangkan surat resmi kepada Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya.
Tujuannya jelas menuntut verifikasi dan pendataan ulang Nenek Cicah sebagai penerima bantuan sosial.
“Kami akan terus memperjuangkan hak-hak warga miskin. Sesuai amanat Pasal 34 UUD 1945, fakir miskin adalah tanggung jawab negara. Tidak boleh ada warga yang terabaikan karena kelalaian administrasi,” tegas Yayat.
Kasus Nenek Cicah menjadi sorotan tajam, mengingatkan semua pihak akan pentingnya kecepatan tanggap pemerintah dalam menangani kasus-kasus sosial di pedesaan, serta ajakan kepada masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.








