KabarSunda.com- Akses jalur selatan Garut sudah normal dan bisa dilintasi kendaraan dari dua arah lagi.
Kabar ini langsung dikonfirmasi sama pihak Kepolisian Resor (Polres) Garut, Sabtu, 1 November 2025.
Kondisi ini berhasil dicapai setelah petugas gabungan berhasil membersihkan material tanah longsor yang sebelumnya nutup badan jalan pada Jumat, 30 Oktober 2025.
Iptu Aang Andi Suhandi, Kapala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, ngasih tau kalo dua titik lokasi longsor utama udah beres dibersihkan.
“Yang lain (Cihurip dan Banjarwangi) sudah bisa dilalui,” kata Aang.
Dia jelasin, dua titik yang sudah aman itu ada di:
- Jalan Raya Cihurip (Wilayah Gunung Gelap): Rute Pameungpeuk-Garut ini sempat ketutup total.
- Jalan Raya Banjarwangi–Singajaya: Tepatnya di Kampung Ciawitali. Longsorannya cukup tebal, loh, sampai 1,5 meter dari tebing setinggi 20 meter!
Tapi, satu titik lain, yaitu di Pakenjeng, masih dalam proses pengerjaan.
Di Kampung Sindangwangi, material tanah dengan ketinggian 12 meter dan panjang 20 meter masih lagi diangkat pakai alat berat. Jadi, buat yang mau lewat sini, mending mencari alternatif dulu.
APS (Awas Peringatan Serius) Buat Pengendara!
Aang memberi peringatan buat semua. Dia bilang, jalur selatan Garut memang termasuk spot rawan longsor, apalagi pas musim hujan seperti saat ini.
Hujan yang mengguyur terus-terusan membuat tanah jadi labil dan mudah ambrol.
“Betul wilayah sana memang rawan longsor, untuk itu pengguna jalan agar selalu berhati-hati,” pesannya.
Jadi, buat yang tetep harus melintas, jangan lupa:
- Stay alert dan waspada tinggi-tinggi.
- Perhatikan kondisi jalan sekeliling, terutama pas lewat daerah yang ada tebingnya.
- Ikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan.
Dengan akses jalan yang sudah mulai pulih, aktivitas warga dan arus logistik dijalur selatan Garut diharapkan bisa kembali lancar.













