KabarSunda.com-Malang benar nasib anak-anak di Kampung Citamiang, Desa Cikondang, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut.
Demi menimba ilmu mereka harus melangkahkan kaki di jalan curam dan jalur yang sulit ditembus kendaraan.
Kondisi jalan yang sulit ini dialami anak Ai Anita (37), warga setempat. Ai adalah ibu dari salah satu siswa yang baru-baru ini terekam dalam sebuah video viral.
“Iya itu suara saya, memang videonya suami saya yang rekam,” jelas Ai dikutip dari Kompas.com pada Selasa, 4 November 2025.
Menurut Ai, video itu memang sengaja direkam dan diunggah agar masyarakat luar mengetahui kondisi kampung mereka yang selama puluhan tahun memiliki akses jalan rusak dan curam.
“Bukan hanya jelek pak, jalannya curam, jadi susah dilalui kendaraan,” katanya.
Setiap hari, anak-anak di Kampung Citamiang berangkat sekolah paling lambat pukul 05.00 pagi. Mereka berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju SDN Cikondang 1, melewati jalan desa yang menanjak dan sulit dilalui kendaraan.
“Ada juga yang diantar pakai motor, tapi tidak semua yang punya motor bisa lewat jalan ini, karena curam,” tutur Ai.
Anak-anak biasanya berkumpul di satu titik seperti yang terlihat dalam video, lalu berangkat bersama-sama agar lebih aman.
Selain jalan yang rusak, mereka juga harus menyeberangi jembatan rawayan sepanjang sekitar 70 meter di atas Sungai Cisanggiri.
Kondisi jembatan yang sudah berlubang membuat banyak orangtua khawatir anak-anak terjatuh.
“Ada orangtua yang mengantar jalan kaki sampai sekolah, ada juga yang hanya sampai jembatan karena takut anaknya jatuh,” kata Ai.
Perjalanan mereka biasanya memakan waktu sekitar dua jam. Jika cuaca cerah dan langit sudah mulai terang, anak-anak bisa tiba di sekolah sekitar pukul 06.30 pagi.
“Biasanya paling lambat sampai sekolah jam 7 kurang 15 menit,” ujar Ai.
Meski kondisi jalan sulit, Ai tetap semangat bercerita. Ia berharap video yang viral itu bisa membuka mata pemerintah agar memperhatikan infrastruktur di daerah mereka.
“Anak saya baru beberapa bulan sekolah di sini, awalnya sempat di Ciamis di tempat suami. Tapi di sana tidak betah, jadi balik lagi meski kondisinya seperti ini,” ujarnya.
Jujun Junaedi, suami Ai sekaligus pengunggah video viral, mengatakan rekaman itu diambil sekitar satu minggu lalu saat ia mengantar anaknya berangkat sekolah bersama sang istri.
“Sekitar satu minggu lalu (ngambil gambarnya), hari Selasa atau hari Rabu,” kata Jujun.
Menurutnya, video itu bukan untuk mencari sensasi, melainkan agar kondisi jalan dan perjuangan anak-anak di desanya mendapat perhatian publik dan pemerintah.











