Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Tak Tergiur Mimpi Kaya Mendadak dari Nikahi Orang Asing

KabarSunda.com- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan warga agar tidak mudah tergiur ajakan menikah atau bekerja di luar negeri dengan iming-iming hidup lebih bahagia.

Peringatan ini disampaikan setelah kasus “pengantin pesanan” menimpa Reni Rahmawati, warga Sukabumi, Jawa Barat, yang tertipu dan dipaksa menikah dengan pria asal China sebelum akhirnya berhasil dipulangkan pada Selasa, 18 November 2025.

“Pada warga Jawa Barat, saya ingetin, jangan deh berorientasi kalau nikah sama orang asing, kemudian belum jelas statusnya siapa dia, itu akan jadi kaya,” tegas Dedi saat ditemui di Gedung Sabuga ITB, Kota Bandung, Selasa, 18 November 2025.

Kasus seperti yang dialami Reni, menurut Dedi, bukan hal baru di Jawa Barat.

Ia mengatakan model penipuan berkedok pernikahan internasional sudah berulang kali terjadi dan kerap memakan korban.

“Ini kan perilaku-perilaku ini bukan hanya satu loh. Saya dulu waktu jadi bupati enggak tahu menangani berapa teteh-teteh yang sudah ada di Tiongkok saya balikin sudah beberapa. Saya enggak mau deh, ini peristiwa terakhir saja,” tutur Dedi.

Dedi menegaskan bahwa warga harus memahami prosedur resmi jika hendak menikah dengan warga negara asing.

Selain terkait status kewarganegaraan, pernikahan juga wajib dilakukan secara resmi dan melibatkan keluarga kedua belah pihak.

“Kalau menikah itu nanti harus jelas status kewarganegaraannya, nikahnya harus nikah resmi, kemudian juga ada keluarganya dari luar ke sini. Ini yang harus penting menjadi rambu-rambu bagi warga Jabar,” pungkasnya.

Dedi bahkan tidak ragu untuk menerbitkan aturan larangan keberangkatan warga ke sejumlah negara yang memiliki rekam jejak buruk terhadap pekerjaan migran asal Indonesia.

“Provinsi itu sudah jelas melarang. Bila perlu nanti saya keluarin lagi peraturan gubernur larangan warga Jabar untuk pergi ke daerah ini, daerah ini, daerah ini yang kemudian di daerah tersebut, di negara tersebut menimbulkan penderitaan dan jumlahnya banyak,” ujarnya.