KabarSunda.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mempercepat upaya pengurangan sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Salah satu langkah strategis yang tengah dikerjakan adalah pengadaan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) baru di wilayah Melong, Kecamatan Cimahi Selatan. Fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah sedikitnya 10 ton sampah per hari.
“Sekarang sedang persiapan satu alat minimal 10 ton. Mudah-mudahan akhir tahun selesai,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Sabtu, 22 November 2025.
Selain pembangunan RDF, Pemkot Cimahi juga meningkatkan kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Santiong di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran.
Kapasitas pengolahan TPST tersebut akan ditambah dari 50 ton menjadi 75–80 ton per hari, melalui program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP) yang dibiayai melalui APBN dan Bank Dunia.
“Kapastitasnya akan ditingkatkan. Kami berharap bisa sampai 100 ton, tetapi dari Kementerian PUPR disetujui di angka 75–80 ton. Pekerjaannya baru dimulai tahun depan dan saat ini masuk tahap persiapan lelang. Sekarang TPST masih beroperasi belum optimal, baru 5–10 ton per hari,” ucap Chanifah.
Langkah percepatan ini tak lepas dari aturan pembatasan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti, sesuai Surat Edaran Sekda Provinsi Jawa Barat Nomor 6174/PBLS.04/DLH.
Pembatasan diberlakukan setiap dua pekan sekali, dengan kuota maksimal 119,16 ton per hari atau 1.668,24 ton untuk dua pekan bagi Kota Cimahi.
Situasi semakin menantang pada pekan ini karena adanya kendala teknis di TPA Sarimukti. Proses loading menjadi lebih lama akibat perbaikan jalur, membuat antrean truk sampah mengular hingga lebih dari 80 armada.
“Ritase memang terbatas. Awal minggu ini ada masalah di Sarimukti, loading-nya lama karena ada perbaikan jalan. Kami sudah koordinasi dengan provinsi. Kemarin antre di jembatan timbang sampai lebih dari 80 truk. Kita sudah antre dari subuh, otomatis pengambilan sampah dari lapangan ikut terlambat,” katanya.
Kondisi tersebut berdampak pada terjadinya penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS), bahkan memunculkan TPS liar di sejumlah titik.
Pemkot Cimahi menegaskan bahwa percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi prioritas agar kota tidak terus bergantung pada TPA Sarimukti. Upaya ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan sampah yang semakin kompleks.











