KabarSunda.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi meluncurkan layanan Motorbike Ambulance (motor ambulans), serta penyerahan penghargaan berbagai lomba sebagai bagian dari upaya memperkuat kesehatan masyarakat dan tata kelola pemerintahan.
“Motorbike Ambulance merupakan inovasi untuk membantu kasus Kegawatdaruratan di lokasi yang sulit dijangkau. Selain untuk kegawatdaruratan, Motorbike Ambulance dapat menjangkau pelayanan kunjungan rumah bagi ibu hamil, anak bergizi kurang, dan keluarga berisiko lainnya,” ungkap Wakil Wali Kota Cimahi Adhiti Yudisthira, Senin, 8 Desember 2025.
Pemkot Cimahi juga menerima dua penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI, yakni Swasti Saba Padapa sebagai Kabupaten/Kota Sehat 2025 dan STBM Pratama 2025.
Penghargaan ini menjadi pencapaian penting setelah penantian 8 tahun dan didukung upaya bebas buang air besar sembarangan (ODF).
Adhitia juga mengumumkan capaian terbaru Kota Cimahi dalam Penilaian Indeks Reformasi Hukum 2025, yang berhasil meraih nilai Indeks Reformasi Hukum sebesar 96,94 dengan kategori AA atau “Sangat Istimewa”.
“Capaian tersebut sejalan dengan peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi, yang menunjukkan tata kelola Pemkot Cimahi semakin efektif dan berorientasi hasil,” katanya.
Penghargaan tersebut, kata ADhitia menandakan bahwa tata kelola hukum, regulasi, dan kebijakan kita sudah berjalan ke arah yang lebih bersih, pasti, dan memberikan manfaat langsung.
Komitmen kerja keras dan kerja sama kita semua adalah modal utama untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik.
Tak hanya itu, tutur Adhitia, dirangkaikan juga peringatan HKN di lingkungan Pemkot Cimahi tahun ini meliputi senam pagi bersama, penyuluhan kesehatan, Cek Kesehatan Gratis bagi ASN, serta kampanye hidup bersih dan sehat.
Dirinya mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh ASN dan pegawai, demi mendukung produktivitas kerja, kebersamaan, dan semangat dalam menjalankan tugas.
“Kesehatan fisik, mental, dan sosial merupakan fondasi masyarakat yang kuat. Sebagai aparatur negara, kita memiliki tanggung jawab tidak hanya terhadap pelayanan publik tetapi juga menjadi teladan dalam menerapkan gaya hidup sehat,” tutur Adhitia.
Adhitia juga menekankan kontribusi Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam penguatan gotong royong, inovasi, dan pemberdayaan perempuan di tingkat kelurahan.
Dirinya berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran wanita dalam pembangunan lokal dan mendukung kemandirian keluarga.











