KabarSunda.com- Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi ratusan siswa SDN Sukasirna I dan II setelah banjir merendam kedua sekolah tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdik Sumedang Dondon di Sumedang, Senin, menjelaskan bahwa banjir menyebabkan ruang belajar belum memungkinkan untuk digunakan, sehingga kegiatan belajar di lokasi dihentikan dua hari.
“Kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara dan digantikan belajar jarak jauh. Insya Allah tidak panjang, diperkirakan hanya dua hari karena kendala akibat ketinggian banjir yang mencapai satu meter,” ujarnya.
Dondon menambahkan bahwa penanganan setelah banjir dilakukan bersama pihak sekolah, guru, dan orang tua. Kerusakan paling signifikan berada pada fasilitas elektronik dan sejumlah dokumen penting sekolah.
“Administrasi, elektronik dan mebel pun terkena banjir hingga sekitar satu meter. Penanganan administrasi dan perbaikan fasilitas akan dilakukan secara bertahap,” katanya.
Banjir terjadi setelah kawasan Sumedang diguyur hujan deras yang mengakibatkan Sungai Cipicung meluap dan saluran air di belakang sekolah tidak mampu menampung debit air.
Akibatnya, 89 siswa SDN Sukasirna 2 dan 125 siswa SDN Sukasirna 1 untuk sementara menjalankan pembelajaran secara jarak jauh.
Dikutip dari ANTARA pada Senin (1 Desember 2025) menunjukkan sejumlah guru dan siswa bergotong royong membersihkan lumpur di ruang kelas serta memilah dokumen, perlengkapan belajar, serta buku yang rusak akibat terendam air. Hingga kini, kerugian material masih dihitung.
Dondon menyebutkan bahwa kebutuhan perbaikan sarana prasarana akan diusulkan dalam anggaran 2026.
“Kita usahakan akan masuk ke anggaran 2026. Mudah-mudahan bisa terealisasi di tahun tersebut,” ujarnya.
Untuk mencegah banjir serupa, pemerintah daerah bersama warga akan melakukan normalisasi aliran sungai dan selokan di area sekolah sebagai langkah penanganan jangka pendek.













