KabarSunda.com- Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menjalin kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia untuk menghadirkan Kereta Api Kilat Pajajaran.
Pemerintah Provinsi Jabar melalui Gubernur Dedi Mulyadi menyebut layanan tersebut untuk memberikan kemudahan mobilitas bagi warga lintas kota dan kabupaten dalam satu jaringan rel yang saling terhubung.
Kereta Kilat Pajajaran ini digadang-gadang akan memangkas waktu tempuh relatif sangat cepat, yakni Gambir-Bandung sekitar 1,5 jam.
Wakil Direktur Utama PT KAI, Dody Budiawan saat ditemui di Stasiun Bandung, Selasa (2 Desember 2025) menyebut rencana Kereta Kilat Pajajaran itu masih tahap kajian setelah dilakukannya memorandum of understanding (MoU).
“Itu (Kereta Kilat Pajajaran) sedang dipelajari. Kemarin kan baru bertemu dan bicara dan dilakukan MoU. Jadi, itu perlu studi banyak hal dan perlu kami siapkan segala macamnya.”
“Intinya, masih kami pelajari dahulu, review, dan membuat dokumen-dokumennya, karena banyak sekali yang harus dilakukannya. Apalagi, kalau kami memakai trek (jalur) lama kan jalur Parahyangan sedang kami lakukan studinya,” katanya.
Setelah dilakukan studi, Dody menegaskan nanti akan terlihat langkah berikutnya.
“Kami belum bisa berandai-andai. Nanti lihat hasil studinya bagaimana. Mudah-mudahan bisa (terwujud). Ya kita tunggu studinya,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengukuhkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait optimalisasi penyelenggaraan sekaligus pengembangan transportasi rel di wilayah Jabar pada Selasa (25 November 2025).
Dokumen kerja sama itu ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, disaksikan dengan kehadiran Wakil Menteri Perhubungan Suntana.
Kesepakatan ini menjadi kelanjutan dari komitmen bersama sebelumnya yang mencakup peningkatan layanan penumpang, pembangunan infrastruktur penunjang, penataan kawasan stasiun, hingga penyusunan kajian strategis perkeretaapian di lingkup Jawa Barat.
Dalam agenda tersebut, kedua institusi sepaham memperkuat karakter layanan kereta api melalui pengembangan Kereta Api Wisata “Jaka Lalana” serta Kereta Api Kilat “Pajajaran,” yang sekaligus menjadi identitas baru moda rel Jabar.
“Hari ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat, disaksikan oleh Pak Wamenhub, berkomitmen dengan Direktur PT KAI untuk mengembangkan perkeretaapian di Jawa Barat,” kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, dilansir Humas Jabar.
Setelah acara penandatanganan selesai, Gubernur KDM menuturkan bahwa PKS tersebut membuka jalan yang lebih luas bagi percepatan sejumlah program transportasi berbasis rel yang selama ini sudah disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.











