KabarSunda.com- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali melakukan agenda peninjauan bencana alam. Setelah sebelumnya menyambangi korban banjir di wilayah Sumatera–Aceh, ia langsung bergerak menuju Kabupaten Bandung untuk melihat kondisi banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kabupaten Bandung diketahui mengalami dua bencana sekaligus, yakni banjir dan longsor, yang melanda sedikitnya 14 kecamatan.
Berdasarkan laporan dari Pikiran Rakyat, pemerintah daerah setempat kini resmi menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat penanganan di lapangan.
Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi menyoroti persoalan sampah sebagai salah satu pemicu utama banjir.
Melalui unggahan terbarunya di Instagram, ia memperlihatkan kondisi sungai yang dipenuhi tumpukan sampah. Dedi menyebut sampah tersebut menjadi salah satu biang kerok banjir yang terus berulang di kawasan Bandung.
“Tah ieu tah, ieu runtuh (sampah) nepi ka kieu na,” ujar Dedi Mulyadi sambil merekam area sungai yang tampak penuh sampah.
Dalam peninjauan tersebut, Dedi didampingi seorang aparat wilayah Bojongsoang bernama Al Azhar. Ia meminta aparat tersebut menjelaskan sumber penumpukan sampah yang memenuhi aliran sungai.
Meski sempat terlihat kesulitan dalam memberikan jawaban, Al Azhar akhirnya menjelaskan bahwa sampah di sungai tersebut berasal dari berbagai wilayah.
“Jadi sampah ini bersumber masyarakat dari wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung,” ujar Al Azhar.
Ia juga membenarkan analisa Dedi Mulyadi terkait faktor lain yang memperparah banjir, yakni alih fungsi lahan di kawasan Kabupaten Bandung.
Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk mengumpulkan para pejabat daerah terkait.
Ia menilai penanganan banjir dan sampah harus dilakukan secara kolaboratif lintas daerah mengingat sumber masalah berasal dari banyak wilayah.











