KabarSunda.com- Berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, bakal membangun 9 ruas jalan tol baru yang menghubungkan antarkota dan antarwilayah di Jabar mulai tahun 2026.
Total panjang 9 ruas jalan tol baru yang menghubungkan antarkota dan antarwilayah di Jawa Barat tersebut sekitar 266,66 kilometer dan menelan investasi Rp134,5 triliun.
Kabar tersebut dipublikasikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provunsi Jabar dalam unggahan di akun resmi Instagram miliknya @bappedajabar pada Minggu, 14 Desember 2025.
“Pemerintah pusat merencanakan pembangunan 9 ruas Jalan Tol baru di wilayah Provinsi Jawa Barat pada periode 2025–2029 dengan total panjang ±266,66 km dan indikasi investasi Rp134,5 triliun,” demikian unggahan Bappeda Jabar.
Pembangunan 9 jalan tol baru dilakukan, untuk memperkuat konektivitas antarkota antarwilayah, menunjang pemerataan ekonomi, serta menghadirkan akses mobilitas yang lebih efisien bagi masyarakat Jawa Barat.
Dari 9 ruas jalan tol baru yang bakal mulai dibangun tahun 2026, sebanyak 5 ruas di antaranya murni berasal dari gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sejak memimpin Jabar, Dedi Mulyadi sangat menaruh perhatian pada kawasan yang selama ini rawan kemacetan, dengan tujuan utama memangkas waktu tempuh warga yang beraktivitas antarkota maupun kabupaten.
Tidak hanya sekadar menambah ruas jalan tol, Dedi Mulyadi yang selalu intens melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, telah membuat program untuk membangun sistem jalan yang saling terhubung.
Ia menargetkan, di tahun 2027 seluruh jalan di Jawa Barat, mulai jalan nasional, jalan tol, jalan provinsi, jalan kabupaten, hingga jalan desa terkoneksi dengan baik dalam keadaan mulus supaya melahirkan sirkulasi ekonomi yang lancar.
Daftar 9 Jalan Tol Baru Bakal Dibangun KDM
Selengkapnya daftar 9 ruas jalan tol baru yang bakal diwujudkan Dedi Mulyadi di Jabar di periode kepeimpinannya hingga tahun 2029 adalah sebagai berikut:
1. Jalan Tol Getaci
Meski membentang sepanjang 206,65 km mulai dari Gedebage hingga Cilacap, namun Jalan Tol Getaci yang bakal diwujudkan Dedi Mulyadi adalah hanya untuk segmen Gedebage-Tasikmalaya (95 km). Dibangun mulai 2026 beroperasi 2029.
2. Jalan Tol Dalam Kota Bandung (BIUTR)
Jalan Tol Dalam Kota Bandung memiliki panjang 18,10 km, menelan biaya berkisar Rp10,1 triliun. Target pembangunan konstruksi 2028–2029
3. Bogor–Serpong via Parung (JORR III)
Panjang 32,03 km, biaya berkisar Rp12,3 triliun, target konstruksi 2025–2027
4. Sentul Selatan–Karawang Barat (JORR III)
Panjang 33,62 km, biaya berkisar Rp33,3 triliun, target konstruksi 2025–2028
5. Cikunir–Karawaci (Elevated)
Panjangnya sekitar 40 km, menelan biaya berkisar Rp26,1 triliun, target konstruksi 2027–2029
6. Akses Patimban Extend
Akses Patimban Extend memiliki panjang ruas 22,69 km, biaya berkisar Rp5,4 triliun, target konstruksi 2026–2028
7. Caringin–Cisarua
Memiliki panjang 18,41 km, Jalan Tol Caringin-Cisarua menelan biaya berkisar Rp8,08 triliun, target pembangunan konstruksi 2026–2028
8. Sukabumi–Ciranjang
Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang yang memiliki panjang 28,80 km, sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemacetan di jalur Sukabumi-Cianjur. Jalan Tol Sukabumi-Cirangjang menelan biaya berkisar Rp9,4 triliun, target konstruksi 2027–2029
9. Ciranjang–Padalarang
Jalan Tol Coiranjang-Padalarang yang akan tersambung dengan Tol Sukabumi-Ciranjang memiliki panjang 27,80 km, biaya berkisar Rp7,7 triliun, target pembangunan konstruksi 2027–2029
Demikian daftar 9 jalan tol baru yang akan mulai dibangun tahun 2026. Dengan adanya jalan tol baru ini, waktu perjalanan antardaerah akan berkurang secara signifikan.
Dan yang lebih utama seperti yang ditegaskan Dedi Mulyadi, berpotensi mendorong perkembangan ekonomi di wilayah yang dilalui oleh jalan bebas hambatan tersebut.











