Dugaan Manipulasi RAB Pembangunan RKB SLBN Tanjungmedar Oleh PKLK Disdik Jabar 2025

Pembangunan 8 RKB SLBN Tanjungmedar Kab Sumedang.Dok-Narasumber

KabarSunda.com- Dugaan manipulasi dan mark-up ruang kelas baru (RKB) Tanjungmedar Kab Sumedang  tahun anggaran 2025 ditemukan Komite Penyelamat Hak-Hak Rakyat Indonesia (KPH-RI) dan Tim Fakta Integritas

Pembangunan 8 Ruang Kelas Baru SLBN Tanjungmedar 1M2 Biaya Pekerjaan Standar Bangunan Gedung Negara Sederhana Spesifikasi Lokasi Kabupaten Sumedang bersumber dari dana APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp1,9 Miliar.

Dalam pelaksanaannya, Pembangunan 8 RKB  SLBN Tanjungmedar tersebut tidak sesuai dengan Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan atau tidak mengacu pada petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis (Juklak dan Juknis).

Oleh karena itu, akan dikupas tuntas poin-poin terkait dengan spesifikasi dan kualitas Pembangunan 8 Ruang Kelas Baru SLBN Tanjungmedar,kata Divisi Informasi Pelayanan Publik dan Menyoroti Kinerja Aparatur Pemerintah KPH RI, Asmadi MA kepada KabarSunda,Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, setelah dilakukan investigasi terkait Pembangunan 8 Ruang Kelas Baru SLBN Tanjungmadar 2025, Tim KPH-RI bersama Tim Fakta Integritas menemukan dugaan manipulasi dan mark-up (Penggelembungan) dari aspek perencanaan sampai pada proses pelaksanaan dilapangan.

“Kontraktor pelaksana CV.AGJ dan Konsultan Pengawas oleh PT.IDK disinyalir bekerjsama dengan PPK dan PPTK Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Disdik Jabar  untuk melakukan penyimpangan/manipulasi dari RAB secara berjamaah,”ujarnya.

Ia mengatakan, kualitas bahan material yang di pakai untuk Pembangunan 8 Ruang Kelas Baru SLBN yang tidak sesuai dengan Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Sementara jawaban yang kami terima dari Kepala Bidang PKLK Disdik Jabar Dr.H.AI Nurhasan tidak menyentuh subtansi yang kami pertanyakan.

Sementara menurut salah satu penanggungjawab Aliansi Jabar Maju (AJM) yang juga Ketua LSM Trinusa Jawa Barat,Ait M Sumarna penyimpangan anggaran di Disdik Jabar termasuk akut.

“Jangan manipulasi RAB, untuk manipulasi Juknis DAK PKLK itu sudah ditemukan. Dan kita punya buktinya, yang mana YP ASN PKLK memberikan selebaran juknis kepada rekanan sudah dicantumkan merek dan nama produk”.

Sementara Kabidnya, kata Ait, memiliki harta kekayaan sangat luar biasa dan tergolong fantastis. hal ini diketahui dari LHKPN nya.