Pernyataan Sikap Pasca Audiensi dengan RSUD Otista Soreang

Klarifikasi Kondisi IGD RSUD Otista Soreang.Dok-Narasumber

KabarSunda.com- Menindaklanjuti viralnya dokumentasi video Pupuhu Rumah Aliansi Sunda Ngahiji, Abah deden  terkait pelayanan Instalasi Gawat Darurat RSUD Otista Soreang, dengan ini kami sampaikan pernyataan resmi pasca dilaksanakannya audiensi dan tabayun dengan manajemen RSUD Otista Soreang pada rabu 16 April 2026.

1. Klarifikasi Kondisi IGD RSUD Otista Soreang

Berdasarkan penjelasan pihak Manajemen RSUD Otista  dalam forum audiensi, dapat kami sampaikan kepada publik bahwa pada malam kejadian tersebut, IGD RSUD Otista berada dalam kondisi okupansi penuh akibat lonjakan pasien dengan kategori gawat darurat.

Situasi tersebut menyebabkan tenaga dokter dan perawat jaga berada dalam tekanan kerja yang sangat tinggi. Kondisi inilah yang menimbulkan miskomunikasi dan kesan keterlambatan penanganan di mata keluarga pasien.

Pihak manajemen menegaskan dan kami meyakini tidak ada unsur kesengajaan dari RSUD Otista Soreang untuk menolak atau menelantarkan pasien.

Pihak RS juga telah menjelaskan secara komprehensif mengenai mekanisme pembiayaan dan alur pelayanan BPJS Kesehatan di IGD yang selama ini kadang belum dipahami sepenuhnya oleh masyarakat, terutama terkait kriteria pasien gawat darurat menurut medis yang harus didahulukan dalam penangannya.

2. Permohonan Maaf

Saya, bah deden , selaku Pupuhu Rumah Aliansi Sunda Ngahiji, secara pribadi dan kelembagaan memohon maaf apabila unggahan dalam  video tersebut dengan cara tidak baik, sehingga menimbulkan kegaduhan, keresahan, serta berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap RSUD Otista Soreang,kata Abah Deden kepada KabarSunda,Kamis (16/4/2026).

Niat kami semata-mata menjalankan fungsi kontrol sosial agar pelayanan publik semakin baik, bukan untuk melemahkan institusi.

3. Apresiasi dan Komitmen Perbaikan Bersama

Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktur RSUD Otista Soreang, beserta seluruh jajaran yang telah menunjukkan sikap legowo, terbuka, dan responsif. Dari hasil audiensi telah disepakati Lima Langkah Perbaikan dan Kemitraan Strategis sebagai berikut:

4. Ajakan Rekonsiliasi dan Pengembalian Kepercayaan Publik

Dengan adanya klarifikasi menyeluruh dan komitmen perbaikan yang nyata dari pihak manajemen RSUD Otista Soreang, maka Rumah Aliansi Sunda Ngahiji menyatakan persoalan ini selesai.

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bandung untuk:

  1. Memberi kesempatan kepada RSUD Otista Soreang untuk berbenah dan membuktikan komitmen perbaikannya.
  2. Mengembalikan kepercayaan, karena RSUD Otista Soreang adalah aset dan fasilitas kesehatan milik kita bersama.
  3. Menempuh jalur musyawarah jika di kemudian hari masih menemukan kendala pelayanan, bisa melalui hotline resmi Pengaduan Masyarakat

Mencintai Kabupaten Bandung berarti ikut serta menjaga marwah dan nama baik institusi pelayanannya. Kritik yang kami sampaikan kemarin adalah wujud kepedulian. Pengawalan yang kami lakukan hari ini adalah wujud tanggung jawab.

Mari kita akhiri kegaduhan dengan semangat kolaborasi demi terwujudnya pelayanan IGD yang cepat, tepat, dan manusiawi di Kabupaten Bandung.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan. Atas perhatian rekan-rekan media, kami ucapkan terima kasih.