KabarSunda.com- Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akhirnya memberhentikan sementara atau menonaktifkan perawat yang diduga lalai hingga nyaris menyerahkan bayi kepada orang tua yang bukan kandungnya saat menjalani perawatan.
Direktur Utama RSHS Rachim Dinata Marsidi mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi internal atas insiden yang terjadi.
Rachim mengatakan pihak rumah sakit telah membentuk tim untuk melakukan klarifikasi serta berkoordinasi dengan keluarga pasien terkait kejadian tersebut.
Ia menambahkan pihak rumah sakit juga siap menjalani evaluasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait insiden tersebut.
“Kami juga telah melaporkan permasalahan ini kepada Kementerian Kesehatan dan institusi terkait lainnya, dan kami sangat terbuka untuk arahan lebih lanjut demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSHS,” katanya.
Selain itu, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tenaga perawat guna mencegah kejadian serupa terulang.
Rachim menegaskan pembinaan akan difokuskan pada kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya dalam proses penyerahan bayi kepada orang tua.
“RSHS akan melakukan evaluasi dan pembinaan kembali kepada para perawat terkait kepatuhan dalam menjalankan SOP penyerahan bayi kepada orang tua,” katanya.
Sebelumnya, seorang ibu atas nama Nina Saleha membagikan pengalaman atas kelalaian seorang perawat di RSHS Bandung melalui media sosial Tiktok.
Nina diketahui baru melahirkan dan mengaku hampir saja kehilangan bayinya di ruang perawatan RSHS Kota Bandung.
Pasalnya, saat akan membawa pulang, bayinya tengah digendong, diduga oleh orang tidak dikenal, yang diserahkan oleh salah satu perawat di ruang NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung saat dirinya sedang pergi makan.











