Warga Tolak Tower BTS, Pemkot Bandung Macan Ompong, Vendor Orang Kuat ?

Audensi diruangan Disciptabintar Kota Bandung.Dok-KS

KabarSunda.com- Proyek pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) yang berlokasi proyek: Jl. Cileutik No. 5, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung terus mendapat penolakan dari warga.

Bahkan pagi tadi sebelum melakukan aksi demontrasi di Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Ciptabintar) Kota Bandung warga sempat menyegel lokasi proyek,Senin (24/8/2026).

Penolakan dan aksi protes dari warga sekitar serta aliansi kemasyarakatan turut memperjuangkan hak-hak masyarakat yang berdampak langsung dilokasi proyek.

Dalam aksinya, proyek BTS bermasalah atau belum menyelesaikan perizinan yang memadai. Warga mendesak pihak berwenang dan Pemerintah Kota Bandung untuk segera turun tangan menertibkan proyek tersebut.

Penolakan warga tidak didengar, dengan adanya aktivitas proyek pembangunan menara telekomunikasi yang tetap berjalan di tengah protes warga dan dugaan belum lengkapnya kelayakan izin.

Mendesak pemerintah daerah Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Ciptabintar) Kota Bandung serta Satpol PP untuk bertindak tegas menghentikan atau menyegel proyek yang dianggap meresahkan lingkungan sekitar.

Menurut Ketua LSM Trinusa Jawa Barat Ait M Sumarna dalam orasinya meminta Pemerintah Kota Bandung segera menutup pembangunan Tower BTS Cileutik No. 5, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung jangan jadi macan ompong menghadapi Vondor/Pengusaha BTS.

Pembangunan Tower BTS yang mepet dengan pemukinan warga menjadi ancaman, sehingga kedepannya bayang bayang ketakutan terus menghantui warga. Surat penghentian dari Ciptabintar Kota Bandung  hanya dijadikan serimonial atau angina lalu oleh vendor.

Benarkah ada orang kuat dibelakang Vendor BTS? sehingga tidak mampu dijangkau oleh Pemerintah Kota Bandung, terbukti surat dari wakil wali kota bandung H.Erwin tidak didengar. Bukan hanya Wakil Wali Kota Bandung termasuk Wali Kota Bandung juga tidak digubris oleh Vendor BTS Cileutik.

Warga sudah melaporkan ke Disciptabintar, namun lagi lagi kekuatan pengusaha bisa menekan pemerintah kota bandung. Bahkan Wakil Wali Kota Bandung seperti macan ompong dihadapan pengusaha.

Ada dokumen palsu yang diduga dipakai, sehingga semua pihak merasa kecolongan. Atau ada bekingannya yang lebih besar.. sampai saat ini belum ada tindakan tegas dari Pemerintah Kota Bandung terhadap proyek BTS.atau ada oknum Ciptabintar yang bermain.

Sementara jawaban yang diberikan oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Ciptabintar) Kota Bandung dihadapan peserta aksi mengatakan, bahwa proses yang  kita lakukan bertahap.

Kalau masyarakat minta pembekuan Pembangunan Tower BTS  kepada kita, takutnya prosedur ini salah. Surat yang pertama kita keluarkan sipatnya imbauan dulu, penghentian, dan selanjutnya kita mencari aturan dulu sebelum menentukan langkah kedepannya.

Pembekuan yang diminta warga kita sudah sampaikan ke bagian hukum, namun bila masih saja ada aktifitas dari pengusaha, maka tidak menutup  kemungkinan kita lakukan PTUN, namun pak camat wanti wanti jangan sampai ada PTUN.

Protes dari warga terkait Proyek Tower BTS ini apakah sampai kepada kantor pusatnya di Jakarta, dan kita minta klarifikasi dari kantor perusahannnya di Jakarta.