Hukrim  

Unggah Meme Prabowo, Mahasiswi ITB Terancam Bui 6 Tahun

Kampus ITB, Jalan Ganesa No. 10, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

KabarSunda.com- Bareskrim Polri menangkap mahasiswi FRSD ITB berinisial SSS. Penangkapan ini diyakini karena ia mengunggah meme Presiden Prabowo dan Presiden ke-7 RI, Jokowi tengah berciuman di akun media sosial X.

Mahasiswi ini diamankan polisi pada Selasa (6 Mei 2025) lalu dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, Bareskrim menjeratkan sejumlah pasal dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Tersangka SSS melanggar Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) dan/atau Pasal 51 ayat (1) jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangannya.

Belum diketahui di mana SSS saat ini ditahan. Truno hanya mengatakan, mahasiswi ini sekarang tengah diperiksa.

“Saat ini masih dalam proses penyidikan,” kata Truno singkat.

Penangkapan SSS dibenarkan oleh Ketua Keluarga Mahasiswa (KM) ITB, Farell Faiz. Ia memastikan pihaknya terus mendampingi SSS dalam proses hukumnya.

“Betul (ada penangkapan), sejak awal kasusnya viral, kami terus mendampingi,” ujar Farell saat dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi kalangan mahasiswa ITB, penangkapan itu terjadi di kos SSS di Jatinangor, pada 6 Mei lalu.

Respons Kampus ITB 

Sementara itu, Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Nurlaela Arief mengatakan, pihak kampus berkoordinasi dengan berbagai pihak ihwal penangkapan salah satu mahasiswanya itu.

“ITB telah berkoordinasi secara intensif dan bekerja sama dengan berbagai pihak,” kata Nurlaela dalam keterangan resminya, Jumat, 9 Mei 2025.

Nurlaela menuturkan, setelah kejadian pihak orang tua SSS datang ke kampus hari ini dan menyampaikan permintaan maaf.

Kampus juga berkoordinasi dengan Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) untuk menangani permasalahan ini.

“Pihak orang tua dari mahasiswi sudah datang ke ITB dan menyatakan permintaan maaf,” ujarnya.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) dan pihak-pihak terkait lainnya,” lanjutnya.

Sosok SSS Mahasiswi ITB

SSS mengunggah meme Prabowo-Jokowi berciuman di akun Twitter-nya (saat ini X), @reiayanyami.

Meme itu merupakan buatan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Buntut meme tersebut, SSS menjadi korban doxing oleh sejumlah akun Twitter lainnya.
Foto yang menampilkan wajahnya beredar luas dan mendapat banyak komentar tak pantas.

Beberapa akun yang mengunggah fotonya di antaranya adalah @bengkeldodo dan @gtobing2903 pada 20 dan 22 Maret 2025.

Selain dua akun tersebut, SSS juga sempat menyebutkan akun-akun lain yang men-doxing-nya buntut meme Prabowo-Jokowi.

Merujuk dari unggahan doxing dua akun tersebut, meme AI Prabowo-Jokowi diduga diunggah SSS pada Maret 2025.

Namun, saat Tribunnews.com melakukan penelusuran cuitan-cuitan lawas di akun SSS, meme tersebut tidak ditemukan.

Tak hanya menjadi korban doxing, SSS juga dituduh akun @tadja25 sebagai PKI.

“Rakyat harus waspada terhadap perempuan-perempuan model begini, mereka indikasi kebangkitan PKI,” cuit @tadja25 pada 22 Maret 2025.

Dituding sedemikian rupa, SSS menyebut cuitan @tadja25 tak sesuai konteks.

“Buset, tiba-tiba PKI. Udah lah gausah geser-geser konteks, gw yakin lu paham sejarah PKI aja ngga,” balas SSS di akun @reiayanyami miliknya.

Dalam beberapa unggahannya, SSS beberapa kali mempromosikan acara Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.

Tak hanya itu, SSS juga termasuk vokal dalam menyuarakan penolakannya terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap melemahkan rakyat, termasuk mengenai RUU TNI.

Ia juga sempat mengkritik keras aksi pengiriman kepala babi kepada seorang jurnalis TEMPO.

Sebelum dikabarkan ditangkap, SSS terakhir kali membuat unggahan di akun Twitternya pada 6 Mei 2025.

Unggahan tersebut mendapat banyak komentar dari warganet yang mencoba memastikan apakah @reiayanyami baik-baik saja.

“Kay, are you okay? May God save you.”

“Kak Kay, we got ur back.”

“Kay lu ga diangkut kan?”

“Girl, are you okay? Haven’t posted for days.”