Fidelis Giawa SH: Sarankan KPK Periksa Oknum TAP Bentukan RK dan Organisasi Jurnalis

Selain Dugaan Skandal Iklan BJB dan Kredit Macet, Fidelis Membeberkan Ada Dugaan Kredit Asuransi Fiktif Yang Nilai Cukup Fantastis.

Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Bandung Fidelis Giawa,SH

KabarSunda.com- Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Bandung, Fidelis Giawa SH berharap, setelah dua saksi penting yang telah diperiksa pada Senin, 14 April 2025, dari  marketing communication dan humas Bank Jabar, penting juga untuk menindaklanjuti pemeriksaan terhadap orang-orang di lingkar kekuasaan Ridwan Kamil (RK), diantaranya oknum TAP, asosiasi jurnalis, maupun pengurus atau pimpinan media cetak, elektronik dan televisi.

Menurut Fidel, lazimnya dalam perbuatan korupsi orang-orang yang tidak memiliki kedudukan formal inilah sesungguhnya yang memiliki peran penting memutuskan penggunaan dan alokasi anggaran, sementara pejabat formal biasanya tunduk pada mekanisme  dan prosedur, sedangkan aktivis di lingkar kekuasaan ini mengandalkan lobi dan kedekatan pada penguasa.

Selain skandal dana iklan, lanjut Fidel, ada skandal besar lain di internal bank Jabar, yakni penggunaan dana CSR.

“Perlu diusut lebih lanjut oleh KPK atau mendistribusikannya kepada para penegak hukum lain, yakni Kejaksaan atau Polri,” saran Fidel kepada KabarSunda, Rabu, 16 April 2025.

Selain itu, ada informasi yang berkembang mengenai adanya pembayaran asuransi kredit fiktif, yang jika dilanjutkan dengan pendalaman hasil audit investigasi hal ini bisa terbongkar secara terang benderang.

Adapun mengenai RUPS tahunan untuk merombak jajaran komisaris dan direksi BJB, perlu memperhatikan apakah kandidat kandidat yang dimunculkan yang namanya sudah mulai beredar benar-benar mampu megakomodir konsepsi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang ingin menempatkan Bank Jabar sebagai stimulan berkembangnya UMKM dan membantu perekonomian pegawai birokrat di lingkungan pemerintahan se-Provinsi Jawa Barat.

“Sepengetahuan saya Dedi Mulyadi belum melakukan rapat koordinasi dengan kepala daerah kabupaten kota se-Jawa Barat yang juga merupakan pemegang saham Bank Jabar, untuk menyusun blueprint masa depan pengelolaan Bank Jabar ini arahnya ke mana,” kata Fidel.

Dia berharap perombakan jajaran direksi dan komisaris tidak hanya mengubah struktural, tetapi juga spirit dari Bank Jabar Banten yang sangat kuat ikatannya dengan pemerintahan provinsi maupun kabupaten kota se-Jawa Barat.

Selain dugaan skandal iklan BJB dan kredit macet, Fidel membeberkan ada juga kabar, bahwa ada dugaan kredit asuransi fiktif di Bank BJB yang nilai cukup fantastis.