KabarSunda.com- Isu pemekaran wilayah kembali mengemuka, kali ini dari kawasan timur Jawa Barat.
Wacana pembentukan Provinsi Cirebon Raya bukanlah hal baru, tapi dalam beberapa bulan terakhir, semangatnya kembali membara di kalangan masyarakat dan para tokoh lokal.
Wilayah yang diusulkan untuk menjadi provinsi baru ini meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Kelima daerah ini memiliki ikatan kuat dari segi budaya, bahasa, dan ekonomi yang membuat mereka layak dipandang sebagai satu kesatuan administratif yang mandiri.
Cirebon dikenal dengan identitas budayanya yang khas, berbeda dari Bandung sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat.
Sejarah panjang sebagai pusat Kesultanan dan posisi geografis yang berada di pesisir Pantura membuat Cirebon memiliki karakter sosial yang unik.
Namun, jauh dari ibu kota provinsi membuat pembangunan di kawasan ini kerap terasa kurang merata.
Masyarakat Cirebon dan sekitarnya merasa bahwa perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masih minim.
Ketimpangan ini menjadi pemicu utama mengapa wacana pemekaran kembali digulirkan, sebagai harapan agar pembangunan dapat lebih cepat dan tepat sasaran.
Dukungan untuk pembentukan Provinsi Cirebon Raya datang dari berbagai lapisan, mulai tokoh politik hingga budayawan dan akademisi.
Mereka berpendapat, provinsi baru ini akan meningkatkan efisiensi birokrasi, mempercepat pembangunan, dan mengangkat nilai-nilai budaya lokal yang selama ini kurang diperhatikan di tingkat provinsi Jawa Barat.
Meski penuh harapan, langkah pembentukan provinsi baru ini masih menghadapi kendala besar, yaitu moratorium pemekaran yang diberlakukan pemerintah pusat.
Pemerintah hanya membuka peluang pemekaran bagi daerah-daerah prioritas seperti wilayah tertinggal dan perbatasan.
Namun, semangat dan upaya pengusul terus berjalan melalui kajian akademik dan studi kelayakan yang serius.
Jika terwujud, Provinsi Cirebon Raya bisa menjadi bukti bahwa pemekaran wilayah bukan sekadar perubahan administratif, tetapi juga jawaban bagi keadilan pembangunan dan pelestarian budaya yang selama ini menjadi kerinduan masyarakat timur Jawa Barat.
Kini, harapan besar ini menanti dukungan dari berbagai pihak, demi terwujudnya pemerintahan yang lebih dekat dan responsif untuk masyarakat Cirebon Raya.













