Cirebon Siapkan Wisata Bahari di Kawasan Pelabuhan

KabarSunda.com- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon mulai menata kawasan Pelabuhan Cirebon agar bisa bertransformasi menjadi destinasi wisata bahari.

Upaya itu diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian teknis kerja sama dengan PT Pelindo, sebagai pemilik aset strategis di area pelabuhan.

Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan kerja sama ini merupakan langkah konkret setelah adanya kesepakatan awal antara Wali Kota Cirebon dengan pihak Pelindo.

Penandatanganan perjanjian berlangsung di Balai Kota Cirebon pada Rabu (10 September 2025), dengan ruang lingkup pemanfaatan lahan dan fasilitas pelabuhan untuk kepentingan pariwisata serta kegiatan budaya.

“Fokus kami adalah menjadikan kawasan pelabuhan lebih dari sekadar pusat bongkar muat barang. Tempat ini menyimpan potensi wisata yang bisa menghidupkan ekonomi dan menambah daya tarik Kota Cirebon,” ujar Agus, Jumat, 12 September 2025.

Disbudpar menilai, kawasan pelabuhan memiliki keunikan tersendiri yang sulit ditemukan di wilayah lain. Sejak era lampau, Pelabuhan Cirebon menjadi jalur utama distribusi antarnegara maupun antarpulau.

Sejarah panjang itu dapat dikemas menjadi paket wisata heritage yang mengisahkan perjalanan perdagangan di pantai utara Jawa.

Selain warisan sejarah, kawasan pelabuhan juga berpotensi dikembangkan sebagai wisata perahu dan kegiatan bahari lainnya. Aktivitas tur keliling perairan dengan perahu tradisional atau kapal wisata diyakini dapat memberi pengalaman baru bagi wisatawan.

Tidak berhenti di situ, bangunan-bangunan tua yang masih berdiri di dalam kompleks pelabuhan dapat dijadikan latar penyelenggaraan acara besar.

“Nilai sejarah dan arsitektur yang ada di pelabuhan sangat cocok dijadikan panggung berbagai event berskala nasional,” tambah Agus.

Salah satu agenda yang sudah dipastikan akan memanfaatkan kawasan pelabuhan adalah Festival Komunitas Seni Media (FKSM) 2025. Kota Cirebon ditunjuk menjadi tuan rumah acara ini pada November mendatang.

Festival yang berlangsung selama dua pekan tersebut bakal menghadirkan seniman nasional sekaligus melibatkan komunitas seni lokal.

Kehadiran ribuan pengunjung diharapkan memberikan dampak ganda, yakni memperkenalkan wajah baru pelabuhan serta menggerakkan sektor ekonomi kreatif.

“FKSM bisa menjadi momentum uji coba. Jika festival ini sukses, maka kawasan pelabuhan akan semakin dikenal sebagai lokasi event budaya,” kata Agus.

Rencana induk pengembangan wisata bahari di Pelabuhan Cirebon mencakup lahan sekitar 3,5 hingga 4 hektare. Luas area itu diproyeksikan cukup untuk mengintegrasikan wisata sejarah, wahana bahari, hingga pusat kegiatan seni.

Agus optimistis kehadiran kawasan wisata baru ini dapat meningkatkan daya saing Kota Cirebon. Ia menilai potensi yang dimiliki tidak kalah dengan kota lain yang lebih dulu memiliki ikon wisata bahari.

“Kami yakin Cirebon bisa sejajar, bahkan melampaui, kota-kota lain di sektor pariwisata jika pengembangan berjalan sesuai rencana,” tuturnya.