BPS: 4 Kota Paling Sedikit Terima Bansos di Jawa Barat, Ini Kota-kotanya

KabarSunda.com- Provinsi Jawa Barat menempati posisi pertama wilayah di Indonesia yang paling banyak menggelontorkan dana bantuan sosial.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik Jawa Barat, sepanjang tahun 2024, pemprov Jabar sudah mencairkan dana sebesar Rp 9.228.668.400.000.

Atau senilai sembilan triliun dua ratus dua puluh delapan miliar enam ratus enam puluh delapan juta empat ratus ribu rupiah.

Dana sebesar itu dibagi ke 27 wilayah Jawa Barat, yang mana setiap daerah mendapatakn jumlah yang berbeda-beda.

Hal ini tergantung dengan kebutuhan di wilayah tersebut.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) merupakan keluarga miskin atau rentan yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial.

Mereka berhak menerima bantuan sosial dari pemerintah, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi keluarga tersebut.

Dari ini dalam kategori kota, ada kota yang tercatat sedikit menerima bansos.

Berikut ini 4 kota di Jawa Barat yang paling sedikit menerima bantuan sosial di tahun 2024.

1. Kota Banjar

Kota yang juga dijuluki Kota Banjar Patroman ini adalah yang paling sedikit menerima bansos.

Realisasi jumlah keluarga penerima panfaat (KPM) berupa bantuan sosial pangan berjumlah 61.492 warga.

Kemudian, realisasi anggaran bantuan bansos sebesar Rp36.895.200.000.

2. Kota Sukabumi

Kedua adalah Kota Sukabumi dengan realisasi jumlah keluarga penerima panfaat (KPM) berupa bantuan sosial pangan berjumlah 86.512.

Kemudian, realisasi anggaran bantuan bansos sebesar Rp51.907.200.000.

3. Kota Cimahi

Setelah Kota Sukabumi, ada Kota Cimahi yang memiliki realisasi jumlah keluarga penerima panfaat (KPM) berupa bantuan sosial pangan berjumlah 126.231.

Kemudian, realisasi anggaran bantuan bansos sebesar Rp 75.738.600.000.

4. Kota Cirebon

Terkahir ada kota Cirebon dengan realisasi jumlah keluarga penerima panfaat (KPM) berupa bantuan sosial pangan berjumlah 142.485.

Kemudian, realisasi anggaran bantuan bansos sebesar Rp85.491.000.000.