KabarSunda.com- Kemacetan yang kerap melanda Kabupaten Bandung, terutama saat akhir pekan dan hari libur, menjadi perhatian serius Bupati Bandung, Dadang Supriatna.
Dalam sebuah acara podcast yang diadakan di Jakarta, Dadang Supriatna menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur transportasi untuk mendukung pertumbuhan pariwisata yang pesat di daerahnya.
“Kabupaten Bandung telah menjadi magnet bagi wisatawan, dengan kunjungan yang melonjak dari 2 juta pada tahun 2020 menjadi 7 juta pada tahun 2024. Ini adalah peningkatan yang luar biasa, sekitar 300 persen,” Kata Bupati Dadang Supriatna.
Melihat angka kunjungan yang terus meningkat, Bupati Bandung menegaskan perlunya akses baru untuk mengatasi kemacetan.
Oleh karena itu, Dadang Supriatna mengusulkan pembangunan jalan tol Soreang–Ciwidey–Pangalengan dan kereta gantung sebagai solusi transportasi modern.
“Pembangunan tol baru di wilayah selatan Jawa Barat ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di kawasan wisata. Sementara kereta gantung akan menjadi daya tarik tersendiri dan mendorong investasi di sektor pariwisata,” jelasnya.
Dadang Supriatna menambahkan bahwa rencana tersebut tidak hanya akan meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga memberikan alternatif transportasi yang lebih efisien bagi wisatawan.
Dengan adanya kereta gantung, kata Bupati Dadang Supriatna pengunjung dapat menjelajahi keindahan Kabupaten Bandung tanpa harus terjebak dalam kemacetan.
“Kereta gantung ini akan menjadi solusi transportasi yang inovatif, sekaligus mendukung sektor pariwisata,” akunya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Bupati Bandung telah mengundang sejumlah investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan kereta gantung yang menghubungkan kawasan PACIRA (Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali) dan Pangalengan.
Menurut Dadang Supriatna, pihaknya akan menyampaikan bahwa dokumen Pra FS (Feasibility Study) akan dipromosikan dalam West Java Investment Summit 2024.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum APKASI, Bursah Zarnubi, menekankan pentingnya industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk daerah.
“Jika produk kabupaten dikelola dengan baik, potensi ekonominya akan sangat besar dan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum APKASI, H. Sudewo, menambahkan bahwa kolaborasi antar wilayah melalui APKASI akan memperkuat pembangunan nasional. “Kami ingin menjadi media yang saling melengkapi dalam pembangunan daerah,” katanya.
Grand Opening Podcast tersebut, diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi yang konstruktif dan memperkuat peran pemerintah kabupaten dalam mendukung agenda pembangunan nasional.











