WJIR 2025: Jabar Gaet Komitmen Investasi Singapura di Kawasan BIJB Kertajati

KabarSunda.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terus melakukan berbagai upaya untuk menggaet investor demi percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Salah satu upaya yang akan dilakukan yaitu melalui ajang The 3rd West Java Investment Roadshow (WJIR) 2025.

Kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka pun menjadi daya tarik utama investor untuk menghadiri ajang WJIR 2025.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat dan Bjb.

Mengusung tema “Steps Forward for West Java’s Future: Invest in Integrated Agribusiness, Urban Infrastructure and Mobility Solution”, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju The 7th West Java Investment Summit 2025 yang akan berlangsung pada November mendatang.

Kepala DPMPTSP Jabar Dedi Taufik mengatakan, roadshow ini menjadi forum strategis yang mempertemukan perwakilan pemerintah pusat dan daerah, perbankan, lembaga keuangan internasional, perwakilan diplomatik, serta investor nasional dan global untuk mengeksplorasi peluang investasi yang ditawarkan Jawa Barat.

Dedi mencatat, sebanyak 16 proyek investasi prioritas dengan total nilai investasi sebesar Rp 24,6 triliun atau sekitar 1.49 miliar USD ditawarkan dengan nilai strategis pada sektor agribisnis, infrastruktur perkotaan, energi, dan kawasan pengembangan.

“Antusiasme investor tercermin dari penandatanganan sebanyak 27 Letter of Intent (LOI) sebagai bentuk komitmen awal untuk menjajaki peluang investasi di Jawa Barat,” kata Dedi dikutip dari JPNN.com, Rabu, 24 September 2025.

Hasil one-on-one meeting WJIR 2024 juga menunjukkan tingginya minat investor pada berbagai sektor strategis terutama di kawasan BIJB.

Di bidang infrastruktur perkotaan, beberapa perusahaan besar seperti PT Mitsui Indonesia, Len Railway System, Siemens Mobility menyatakan ketertarikan pada proyek transportasi massal dan penerangan jalan.

Sedangkan di sektor properti, Real Kaiten Consultancy & Investments Singapore telah melakukan penandatanganan MOU dengan PT BIJB untuk berinvestasi pada beberapa proyek strategis milik BIJB yaitu Logistic Hub, E-Commerce Hub dan Mixed Use Commercial Area (MUCA) di Kawasan Kertajati.

“Rencana Investasi ini juga didukung pendanaannya oleh private equity asal Singapura, Cuushstone. Selain itu, PT Real Kaiten Indonesia tertarik untuk melakukan pengembangan Co-Working Space yang terintegrasi dengan transportasi publik,” kata Dedi.

Sementara itu, lembaga internasional seperti Agence Française de Développement (AFD) dan sejumlah korporasi swasta tertarik pada proyek di sektor pertanian dan agroindustri.

Sektor energi dan gas juga mendapat atensi dari perusahaan energi nasional maupun asing terhadap pengembangan pipa distribusi gas serta energi terbarukan.

“Di kawasan strategis BIJB Kertajati, ketertarikan datang dari perwakilan investor internasional termasuk pihak Kedutaan Besar Inggris,” ujar Dedi.

Dedi juga menegaskan The 3rd West Java Investment Roadshow 2025 bukan sekadar forum promosi, tetapi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mempercepat realisasi investasi.

“Kami ingin memastikan bahwa Jawa Barat tidak hanya kaya dengan potensi, tetapi juga siap dengan regulasi yang jelas, insentif yang menarik, dan dukungan penuh dari seluruh ekosistem,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Bank Indonesia dan Bank bjb memastikan bahwa para investor akan memperoleh akses mudah terhadap informasi, pendampingan, serta fasilitas pembiayaan.

Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor dalam menanamkan modalnya di Jawa Barat.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan diplomatik dari Uni Emirat Arab, Swedia, Korea, Australia, Jepang, Singapura, dan negara lainnya, serta lembaga internasional seperti Britsh Chamber of Commerce, JICA, AFD, dan Islamic Development Bank.

Selain itu, hadir pula perwakilan asosiasi bisnis seperti KADIN, HIPMI, serta jajaran BUMN dan perbankan nasional.

Kehadiran investor multinasional seperti PT Heinz ABC Indonesia, PT Siemens Mobility Indonesia, China Energy Engineering, Enterprise Singapore, China State Construction, Singapore Business Federation menunjukkan tingginya minat global terhadap Jawa Barat sebagai destinasi investasi unggulan di Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian menuju The 7th West Java Investment Summit (WJIS) 2025, Roadshow ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam memperkuat daya saing Jawa Barat.

Dengan fokus pada agribisnis, infrastruktur perkotaan, dan solusi mobilitas, Jawa Barat meneguhkan diri sebagai provinsi dengan ekosistem investasi yang progresif, berkelanjutan, dan berorientasi global.

“Kami optimistis bahwa momentum Roadshow ini akan menjadi tonggak percepatan realisasi investasi di Jawa Barat. Pemerintah provinsi siap memastikan setiap komitmen yang telah terjalin dapat ditindaklanjuti dengan dukungan regulasi yang jelas, fasilitasi yang cepat, serta sinergi penuh lintas sektor” tutur Dedi.

Beberapa proyek yang ditawarkan antara lain PJU Kota Bandung senilai Rp1,175 triliun sebagai bagian dari program Bandung Caang Utama dengan pemasangan 48.470 lampu hemat energi. Ada pula PJU Pangandaran Rp68 miliar yang mendukung keamanan wisata, serta LRT Bojongsoang–Tegalluar senilai Rp16 triliun sebagai solusi transportasi massal modern di Bandung Raya.

Dari sektor agribisnis, muncul proyek SINTAS di Tasikmalaya (Rp12,14 miliar) yang mengembangkan industri gula aren, Pertanian Organik Terintegrasi di Sumedang (Rp139,8 miliar), hingga Pabrik Tepung Jagung “Jaguarmill” di Garut (Rp191,2 miliar) dan Pabrik Pakan Silase (Rp189 miliar).

Selain itu, terdapat proyek Zero Waste Mangosteen Factory di Purwakarta (Rp76,8 miliar), TOD Pondok Cina – Co-Working Space di Depok (Rp7,94 miliar), hingga pengembangan kawasan BIJB Kertajati yang meliputi Aerospace Park (Rp2,63 triliun), E-Commerce Hub (Rp1,35 triliun), dan Mixed Use Commercial Area (Rp1,54 triliun). Proyek energi juga ditawarkan, di antaranya pembangunan pipa distribusi gas Indramayu–Bandung (Rp820 miliar), eksplorasi gas Subang (Rp246 miliar), akuisisi lima PLTM (Rp88 miliar), hingga pembangunan CNG Mother Station di Subang (Rp75 miliar).