KabarSunda.com- Jabar selatan, khususnya di wilayah Priangan Timur, merupakan daerah dengan segudang potensi ekonomi.
Sayangnya, potensi Priangan Timur ini belum tergali maksimal karena hambatan utama rendahnya konektivitas akibat keterbatasan infrastruktur jalan.
Potensi Jabar selatan khususnya di bagian Priangan Timur dikenal dengan produk utama pertanian dan perkebunan, perikanan, produk kreatif, serta pariwisata.
Bayangkan saja, garis pantainya membentang sepanjang 134,7 kilometer mulai dari Garut, Kabupaten Tasikmalaya, hingga Pangandaran, dan merupakan destinasi wisata pantai yang cukup favorit di Jawa Barat.
Namun kenyataan yang terjadi, potensi yang begitu besar sampai kini tak menarik minat banyak investor untuk menggarapnya. Ya itu tadi, keterbatasan infrastruktur jalan membuat mobilitas orang dan produk mereka menjadi terhambat.
Pengamat ekonomi Unpas, Acuviarta Kartabi menyebut Jabar Selatan, termasuk potensi ekonomi Priangan Timur, seperti macan yang sedang tidur.
Dia meyakini begitu Tol Getaci beroperasi, maka dampaknya bagaikan membangunkan macan yang sedang tidur.Inilah waktu dimulainya perubahan drastis ekonomi di Priangan Timur.
Proyek Tol Getaci merupakan jalan tol pertama yang mengarah ke Jabar selatan melalui Priangan Timur. Proyek ini akan dilelang 2026 dan ditargetkan bisa beroperasi mulai Tahun 2029.
Keberadaannya sudah cukup lama didambakan sebagai salah satu solusi mengurai kemacetan dan membuka konektivitas Priangan Timur dengan daerah lainnya.
Potensi Jabar Selatan: Tak Cepat Distimulasi Pemerintah
Dalam perbincangan dengan deskjabar pada Sabtu 1 November 2025, pengamat ekonomi Acuviarta Kartabi mengemukakan bahwa banyak cara yang bisa ditempuh untuk mendorong pembangunan di Jabar acar lebih cepat.
Diantaranya, menurut Acu, memperhatikan ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah secara spasial.
“Satu hal yang merisaukan saya sejak dulu, kenapa potensi pembangunan ekonomi dan percepatan peningkatan kesejahteraan di kawasan Jabar selatan, khususnya Priangan Timur wilayah Selatan seperti Garut, Tasik Raya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran tidak cepat di stimulasi oleh pemerintah,” tutur Acu.
Acuviarta menambahkan bahwa satu hal yang paling diharapkan adalah melalui pembangunan infrastruktur, khususnya berkaitan infrastruktur jalan yang bisa mempercepat aksesibilitas dan mobilitas penduduk serta ekonomi, seperti jalan tol.
“Saya ambil rencana pembangunan jaringan Tol Getaci, sudah beberapa kali tender dilakukan selalu gagal karena tidak memenuhi persyaratan, ini jadi problem yang berlarut-larut,” ujarnya.
“Sejujurnya kita bisa menyelesaikan masalah ini berangkat dari persoalan yang ada, misalnya terkait kajian lingkungan maupun spesifik kajian ekonomi, kalau kita ingin bicara percepatan pembangunan dan dampak,” ujarnya menambahkan.
Acuviarta mengatakan bahwa sejak dulu kita meyakini potensi ekonomi kawasan Priangan Timur sangat besar, baik itu potensi pertanian, kehutanan, perikanan, peternakan, bahkan sampai pada potensi pariwisata dan bahkan hilirisasi industri.
Tol Getaci Beroperasi, Konektivitas Meningkat
Untuk itu, Acuviarta mengatakan bahwa untuk mengembangkan sektor-sektor ekonomi di kawasan Priangan Timur dibutuhkan terobosan-terobosan menghilangkan bottle necking, khususnya jaringan jalur transportasi jalan.
Menurutnya, skenario pengembangan ekonomi kawasan Priangan Timur ke depan tidak saja terjadi antar daerah di Priangan Timur tetapi juga mempercepat konektivitas dengan kawasan lain di utara dan barat, diluar interaksi ekonomi dengan kawasan Bandung Raya.
Jaringan tol Getaci diyakini akan mempercepat konektivitas dengan upaya pengembangan kawasan Bandung Timur sebagai pintu masuk interaksi mobilitas dari Priangan Timur ke kawasan Bandung Raya.
Dalam kelanjutannya, menurutnya, hal tersebut juga terkoneksi dengan jaringan tol Cisumdawu dan akan lebih mudah terhubung dengan kawasan Rebana dan pelabuhan Patimban di sebelah barat.
Untuk mengembangkan skenario percepatan interaksi pembangunan dan pengembangqan ekonomi Priangan Timur dengan Bandung Raya serta Rebana atau Ciayumajakuning plus Subang, dibutuhkan konektivitas kelancaran infrastruktur transportasi, itulah kenapa pembangunan jaringan tol Getaci kita harapkan bisa cepat direalisasikan.
“Dalam kondisi seperti sekarang kita lihat geliat pembangunan di kawasan Priangan Timur memang terus bergerak, namun pergerakan tersebut akan lebih cepat, jika didorong dengan pembangunan jaringan infrastruktur transportasi darat yang lebih baik,” ujarnya.
Acuviarta mengatakan, sejak dulu jika mengandalkan pada dampak pembangunan yang diselenggarakan pemerintah secara langsung, pergerakan ekonomi di kawasan Priangan Timur terlihat bergerak lebih lambat.
“Untuk itu kita perlu pengembangan dari sisi investasi swasta. Untuk mendorong investasi swasta prasyaratnya tidak sedikit, mulai kualitas infrastruktur, regulasi yang kondusif, ketersediaan sumber daya, kedekatan dengan konsumen dan lain sebagainya,” ujarnya.
“Jika kita satu saja bisa menyediakan jaringan infrastuktur yang lebih baik, saya meyakini pengembangan kawasan Priangan Timur bisa lebih cepat, selain mampu mempercepat penyediaan kebutuhan daya dukung investasi lainnya,” tutur Acuviarta kepada deskjabar.
Acuviarta mengistilahkan awasan Priangan Timur bagaikan macan yang sedang tidur. “Kalau macan itu dibangunkan pergerakan ekonominya akan lebih pesat dan dinamis.











