KabarSunda.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memastikan pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kampung Bersambel, Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, akan dimulai pada tahun 2026.
Proyek strategis nasional ini bertujuan mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan formal dan asrama.
Kementerian Sosial mengucurkan anggaran sebesar Rp 200 miliar untuk merealisasikan fasilitas pendidikan tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Ningning Hendasah, menyampaikan bahwa seluruh persyaratan administratif dan teknis lahan seluas 7,6 hektare telah rampung.
“Pemerintah daerah telah memenuhi empat poin krusial hasil koordinasi dengan Kementerian Sosial. Salah satu yang terpenting adalah perubahan status lahan dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Paciran,” ujar Ningning saat memberikan keterangan, Senin, 12 Januari 2026.
Lahan yang awalnya berstatus kawasan hortikultura kini telah dialokasikan menjadi kawasan prasarana umum berdasarkan keputusan Kementerian ATR/BPN per Oktober 2025. Perubahan status ini memungkinkan intensitas pembangunan gedung mencapai 70 persen dari total luas lahan.
Karena kondisi topografi Ciwidey yang ekstrem, Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran daerah (APBD) secara bertahap untuk proses pematangan lahan (*cut and fill*).
“Total dana APBD yang dikucurkan mencapai Rp 7,5 miliar. Sebesar Rp 1,1 miliar telah dianggarkan pada 2025, disusul Rp 6,4 miliar pada 2026 untuk pematangan lahan seluas 2,3 hektare sebagai tahap awal konstruksi,” tambah Ningning.
Sekolah Rakyat ini dirancang secara holistik dengan fasilitas asrama, ruang kelas modern, laboratorium, hingga pusat rehabilitasi kesehatan. Setiap siswa juga akan dibekali perangkat laptop untuk menunjang proses belajar.
Selain mendidik siswa, orang tua mereka juga akan mendapatkan intervensi berupa bantuan sosial, peningkatan mata pencaharian, hingga program perbaikan rumah tidak layak huni.
Saat ini, rintisan sekolah tersebut sudah berjalan sementara di Stadion Si Jalak Harupat dengan 150 siswa hasil seleksi ketat.
“Kami memastikan siswa siap secara fisik dan psikis. Jika ditemukan penyakit menular seperti paru-paru, pemerintah memberikan pengobatan gratis terlebih dahulu selama enam bulan sebelum mereka masuk asrama,” jelas Ningning.
Untuk tenaga pendidik, sebanyak 45 personel telah disiapkan dan telah mengikuti pelatihan khusus dari Kementerian Sosial.
Pembangunan gedung ditargetkan selesai secara bertahap hingga akhir 2026 guna memutus rantai kemiskinan di Kabupaten Bandung.











