Garut Salah Satu Penyumbang di Jawa Barat, 5.300 Orang Terdeteksi TBC

KabarSunda.com- Kabupaten Garut, merupakan salah satu Kabupaten penyumbang kasus TBC (Tuberkulosis) di Jawa Barat.

Berdasarkan data dari Open Data Jabar pada tahun 2024, Garut berada diurutan ke lima dengan jumlah kasus sebanyak 9.516 dibawah Kabupaten Bandung yang jumlahnya mencapai 14.012.

Sedangkan urutan pertama dengan kasus yang paling tinggi diduduki Kabupaten Bogor 29.110 kasus.

Hingga tahun 2025, Jawa Barat menempati peringkat pertama sebagai provinsi dengan kasus TBC terbanyak di Indonesia.

Pada pertengahan 2025, perkiraan kasus TBC di Jawa Barat adalah sekitar 234.280 kasus, dengan penemuan kasus mencapai 81.864, sekitar 35 persen dari target pada Januari-Mei 2025.

Selain itu, terdapat 1.063 kasus TBC Resisten Obat RO dan 16.288 kasus pada anak-anak. Angka ini menjadikan Jawa Barat sebagai penyumbang kasus TBC tertinggi di Indonesia.

Jawa Barat memiliki kasus TBC tertinggi di Indonesia, dengan Kabupaten Bogor dan Cirebon tercatat memiliki jumlah kasus terbanyak.

Data spesifik kasus per kabupaten/kota untuk tahun 2025 belum lengkap, namun data terbaru dari Open Data Jabar menunjukkan angka untuk tahun sebelumnya misalnya, Kabupaten Bandung memiliki 5.202 kasus, Kabupaten Garut 2.711 kasus, dan Kabupaten Cianjur 3.010

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mencatat Kasus TBC di Garut saat ini, yang terdeteksi positif sekitar 5.300 orang yang selanjutnya dilakukan upaya penyembuhan oleh pihak pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) maupun rumah sakit.

Upaya terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, dengan menargetkan skrining Tuberkulosis (TBC) terhadap 60 ribu orang untuk mendeteksi kemudian melakukan pengobatan TBC di berbagai daerah, termasuk tempat yang riskan menjadi penyebaran TBC.

“Skrining terus dilakukan. Minimal 60 ribuan penduduk, yang kira-kira berisiko kita skrining,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, dikutip dari Priangan Insider, Selasa, 4 November 2025.

Pemeriksaan Kesehatan untuk mendeteksi penyakit TBC tersebut, kata Leli merupakan program Kementrian Kesehatan (Kemenkes) secara serentak di seluruh daerah. Termasuk di Kabupaten Garut.

Leli mengatakan, pemeriksaan Kesehatan untuk mendeteksi penyakit TBS menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Namun, untuk tahun ini Kabupaten Garut sasarannya lebih banyak untuk mendeteksi secara dini penyakit TBC.

“Tahun ini sasarannya lebih banyak. Jadi bisa mendeteksi secara dini penyakit TBC dan bisa secepatnya diobati. Tahun ini kita lebih gencar,” katanya.

Pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit TBC ini, tambah Leli, dilakukan untuk seluruh lapisan masyarakat di semua darah di Kabupaten Garut.

“Jadi apabila ada yang terdeteksi, bisa secepatnya dilakukan penanganan tepat agar bisa disembuhkan,” imbuhnya.

Terkait dengan penyembuhan penyakit TBC, menurut Leli, bisa dilakukan baik di puskesmas, rumah sakit. Bagi yang tidak ada kompikasi bisa dilakukan di puskesmas.

Ia mengaku, saat melakukan skrining TBC di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut, dari sasaran 588 orang, ditemukan sebanyak 54 orang terduga penyakit TBC dan langsung mendapatkan penanganan medis.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan di Lapas Garut, mulai dari pemeriksaan paru dengan menggunakan alat Chest X-ray (CXR), kita temukan terduga mengidap penyakit TBC dengan jumlah 54 orang,” pungkasnya.