Duhhh!! Pengangguran Jabar Naik, Dedi Mulyadi Berkilah Industri Belum Jalan

KabarSunda.com- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi kenaikan angka pengangguran terbuka di wilayahnya yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun ini.

Menurut data BPS Jabar per November 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2025 sebesar 6,77 persen, atau naik sebesar 0,02 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2024 yang sebesar 6,75 persen.

Sementara itu, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2025 sebanyak 26,29 juta orang, naik 0,10 juta orang dibandingkan Agustus 2024.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun 0,72 persen poin dari 67,71 persen menjadi 66,99 persen.

Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan, kenaikan tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah dan pelaku industri dalam merumuskan kebijakan mendatang.

“Itu kan bagian PR (pekerjaan rumah) yang harus kami selesaikan. Kalau itu naik, berarti kan harus ada solusi,” katanya saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 7 November 2025.

Menurut Dedi, faktor lainnya yang menyumbang lonjakan pengangguran di Jawa Barat adalah belum beroperasinya sejumlah kawasan industri baru.

Saat ini, tambah ia, sebagian kawasan baru tersebut masih dalam tahap pembangunan fisik sarana dan prasarananya.

“Kan industrinya belum bisa berjalan sampai sekarang. Industrinya kan hari ini baru sampai pembangunan rancang bangun gedung-gedungnya atau tempat-tempat industrinya,” katanya.

Meski begitu, Dedi optimistis pada tahun 2026 angka pengangguran akan menurun kembali seiring dengan beroperasinya kawasan industri baru.

“Tahun depan kan mulai rekrut, nanti juga akan turun lagi,” tuturnya.

Dedi menilai, naiknya angka pengangguran bukan hanya terjadi di Jawa Barat, melainkan menjadi tantangan nasional di tengah kondisi saat ini.

“Kemudian juga hari ini kan memang bukan hanya problem Jabar, itu sudah problem secara umumlah,” tuturnya.