KabarSunda.com- Mungkinkah KA Parahyangan yang melayani relasi Jakarta-Bandung ditempuh 1-1,5 jam?
Pertanyaan itu mungkin ada di benak warga yang sudah mendengar pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengungkapkan, sudah berbicara dengan Direktur Utama PT KAI tentang keinginan berkurangnya waktu tempuh KA Parahyangan itu.
“Argo Parahyangan dari Jakarta ke Bandung pengin waktu tempuhnya 1,5 jam sampai 1 jam,” kata Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM itu di Gedung Sate, Bandung, Jumat, 7 November 2025.
Bila rencana itu terlaksana, maka jarak sekira 173 kilometer dengan waktu yang sebelumnya 2 jam 45 menit menjadi lebih cepat satu jam lebih.
Perlintasan Mikrotik
Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menuturkan, waktu tempuh satu jam tidak memungkinkan sampai ke Stasiun Bandung karena dengan kondisi infrastruktur saat ini.
“Jakarta ke Cikampek itu sudah satu jam. Mungkin enggak Cikampek ke Bandung setengah jam?” kata Djoko yang merupakan akademisi Universitas Katolik Soegijapranata dikutip dari Pikiran Rakyat, Minggu, 9 November 2025.
“Bisa sih kalau dibuat lurus. Perlintasan mikrotik.”
Djoko mengungkapkan, memang ada rencana kecepatan kereta menjadi 160 km per jam. Namun, itu untuk jalur lurus. Tidak seperti jalur kereta Jakarta-Bandung yang berkelok-kelok.
Jalur berkelok-kelok di sepanjang rel Jakarta-Bandung, seperti dikatakan Djoko, bukan tanpa alasan. Dibikin seperti itu supaya aman. “Kalau dibuat lurus mungkin banyak longsor,” tuturnya.
Dia pun memberi contoh perjalanan Jakarta-Semarang yang dulu memakan waktu 6 jam, kini menjadi kurang dari 5 jam. Menurutnya, bila ingin memangkas waktu tempuh, perlu ada perbaikan geometri.











