Lulusan SMK Paling Banyak Sumbang Angka Pengangguran di Jawa Barat

KabarSunda.com- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat pengangguran tertinggi berdasarkan pendidikan terakhir paling banyak dialami oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Plt. Kepala BPS Jawa Barat Darwis Sitorus mengatakan, jika dibandingkan dengan tamatan jenjang pendidikan lainnya, tamatan SMK adalah yang paling banyak menganggur, yakni 12.81%.

Sementara itu sementara pengangguran yang paling rendah adalah pada pendidikan Diploma I/II/III, yaitu sebesar 2,94%. Dibandingkan Agustus 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada jenjang pendidikan Diploma I/II/III mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 2,82% poin.

“Sedangkan kenaikan TPT terbesar terjadi pada jenjang pendidikan Diploma IV/S1/S2/S3 yaitu sebesar 0,14% poin,” ungkap dia baru-baru ini.

Pada Agustus 2025, distribusi pengangguran menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan menunjukkan pola yang sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu ditandai dengan bertambahnya pengangguran tamatan SD ke bawah dan berkurangnya pengangguran tamatan Sekolah Menengah Pertama.

Selama tiga tahun terakhir, distribusi pengangguran menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan masih didominasi oleh tamatan Sekolah Menengah Kejuruan yaitu sebesar 34,09%. Sementara itu, pengangguran tamatan Diploma I/II/III dan Diploma IV/S1/S2/S3 masing-masing sebesar 0,84% dan 7,57%.

Kemudian, pada Agustus 2025, TPT laki-laki sebesar 6,92%, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 6,51%. Jika dibandingkan Agustus 2024, TPT laki-laki mengalami penurunan sebesar 0,20% poin sedangkan yang perempuan mengalami kenaikan sebesar 0,38% poin.

Apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT di perkotaan (7,19%) lebih tinggi dari TPT di daerah perdesaan (4,92%). TPT di perkotaan mengalami kenaikan sebesar 0,21% poin jika dibandingkan Agustus 2024, sedangkan yang di perdesaan mengalami penurunan sebesar 0,92% poin.