KabarSunda.com- Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menghadirkan inovasi transportasi baru untuk mendukung mobilitas petani dan pedagang di wilayah Jawa Barat. Namanya kereta petani dan pedagang.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, kehadiran kereta petani dan pedagang ini diharapkan mampu menghadirkan sarana distribusi hasil bumi yang efisien, murah, dan ramah lingkungan, sekaligus menghidupkan kembali jalur kereta di wilayah sentra produksi pertanian dan peternakan.
Rel Khusus untuk Petani dan Pedagang
Dalam pertemuan dengan KAI, Dedi mengusulkan agar salah satu jalur kereta di Jawa Barat dimanfaatkan khusus untuk mengangkut hasil pertanian dan peternakan seperti domba, ayam, sayur, buah, dan beras.
“Saya ingin satu rel disiapkan khusus untuk petani dan pedagang. Jadi mereka bisa membawa hasil bumi langsung ke pasar tanpa mengganggu penumpang umum,” ujar Dedi Mulyadi dikutip dari Kompas.com, Kamis, 13 November 2025.
Menurut Dedi, langkah ini bisa memangkas biaya logistik dan waktu tempuh distribusi hasil bumi dari daerah ke pasar-pasar besar di kota.
Kereta Khusus Disiapkan untuk Jabar
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyambut baik ide tersebut. Ia menyebut KAI telah memproduksi empat unit Kereta Petani dan Pedagang dan akan menambah empat unit lagi khusus untuk melayani jalur di Jawa Barat.
“Empat unit tambahan ini kami siapkan khusus untuk Jawa Barat. Produksinya segera kami jalankan,” kata Bobby.
Bobby menjelaskan, kereta angkutan khusus ini akan dirancang tanpa sistem pendingin (AC), menyesuaikan dengan kebutuhan pengangkutan hasil ternak dan pertanian.
“Presiden juga menyarankan agar kereta angkutan semacam ini tidak menggunakan AC karena dapat membahayakan hewan ternak seperti ayam atau domba,” tambahnya.
Integrasi Jalur Distribusi Hasil Bumi
Dedi Mulyadi menilai, langkah ini akan sangat membantu petani dan pedagang kecil, terutama di daerah penghasil seperti Cianjur, Subang, Indramayu, dan Cirebon.
Ia juga mengusulkan agar jalur angkutan hasil bumi dari Cirebon hingga Jakarta diintegrasikan dengan stasiun-stasiun penggilingan beras di sepanjang lintasan.
“Bayangkan kalau di dekat stasiun-stasiun seperti Subang, Indramayu, atau Cirebon dibuat penggilingan beras dekat stasiun, hasilnya bisa langsung naik kereta menuju Jakarta,” ujar Dedi.
Menanggapi hal itu, Bobby menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti kerja sama formal.
“Baik, kita buat MOU untuk program angkutan distribusi barang,” ungkap Bobby.
Sebagai tahap awal, KAI juga akan meluncurkan Kereta Wisata Cianjur–Sukabumi pada Desember mendatang.
Program ini menjadi bagian dari revitalisasi jalur selatan Jawa Barat, sekaligus uji coba integrasi transportasi berbasis potensi daerah.











