Cimahi Penyumbang Pengangguran Terbanyak di Jabar, Padahal UMK Hampir Rp4 Juta

KabarSunda.com- Pengangguran di Indonesia masih menjadi masalah yang krusial hingga saat ini. Pada kuartal ketiga tahun 2025, angka pengangguran di Indonesia tercatat sekitar 4,85 persen, dengan jumlah pengangguran mencapai sekitar 7,46 juta orang.

Jawa Barat sendiri merupakan salah satu provinsi yang memiliki angka pengangguran terbanyak yakni sebesar 6,77 persen.

Dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2025, kota kecil ini memiliki luas wilayah 40 km2 menjadi penyumbang terbanyak kedua dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.

Padahal kota kecil tersebut menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di tahun 2025 mencapai Rp3.863.692 per bulan.

Kota kecil tersebut adalah kota Cimahi. Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka di Kota Cimahi tembus 8,75 persen pada kuartal ketiga 2025.

Angka ini menjadikan Cimahi meraih peringkat tertinggi kedua, setelah kabupaten Bekasi yang mencapai sedikit lebih tinggi 8,78 persen.

Tingkat pengangguran di Kota Cimahi ini mengalahkan Kota Bandung, Kota Depok, kota terbesar lainnya yang berada di Jawa Barat.

Alasan Cimahi Jadi Penyumbang Pengangguran Tertinggi dan Langkah Konkrit Pemkot

Luas wilayahnya tergolong kecil, namun tingkat pengangguran di kota Cimahi menjadi masalah utama.

Meski pada kuartal ketiga 2025 menunjukkan penurunan sedikit dari tahun sebelumnya, namun angka 8,75 masih cukup tinggi.

Salah satu penyebabnya adalah ketimpangan antara jumlah penduduk usia produktif dan ketersediaan lapangan pekerjaan yang masih terbatas, terutama di sektor formal.

Meskipun Kota Cimahi memiliki Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang relatif tinggi, belum seluruh pendapatan tersebut dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Pemerintah Kota Cimahi telah mengupayakan berbagai program untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja.

Salah yang diadakan seperti program akademik kerja dan sistem penghubung tenaga kerja dengan peluang kerja (Cimahi JobConnect), guna mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“JobConnect sedang kita rumuskan bersama Disnaker di tahun depan, kita ingin ada Cimahi job connect gitu. Jadi bukan job fair, tapi program ini (jobconnect) mengoneksikan pihak yang memang membutuhkan tenaga kerja baru dan kita menyiapkan calon tenaga kerja yang sudah terpilih,” ungkap Wakil Walikota Cimahi Adhitia.