Dedi Mulyadi Pernah Puji Bupati Bekasi Ade Kunang Sang ‘Raja Bongkar’

KabarSunda.com- Jejak ucapan masa lalu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM soal sosok Ade Kuswara Kunang kembali mencuat dan menjadi sorotan.

Di masa lalu, KDM berani membangga-banggakan sosok Bupati Bekasi itu karena masih muda dan juga memiliki harta kekayaan yang fantastis.

Mulanya dalam acara retret yang berlangsung di Magelang pada Februari 2025, Dedi Mulyadi menyoroti para bupati dan wali kota di wilayahnya.

“Mana coba ada Bupati baru, Bupati baru mana?,” tanya Dedi Mulyadi.

Beberapa Bupati pun terlihat mengacungkan jempol.

Lalu, Dedi Mulyadi meminta agar Bupati Bekasi muncul.

“Yang dari Bekasi. Bupati Bekasi mana Bupati Bekasi,” tanya Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat tersebut.

Dedi Mulyadi pun menyorotkan kameranya ke arah belakang untuk memperlihatkan sosok Bupati Bekasi tersebut.

Lantas, Ade Kuswara Kunang pun maju dan berdiri di samping Dedi Mulyadi.

Saat itulah Dedi Mulyadi mengungkap sosok Ade Kuswara Kunang tersebut merupakan Bupati muda.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga menyebut sosok Ade Kuswara Kunang sebagai Bupati kaya raya.

“Ini Bupati muda, kaya raya,” ujar Dedi Mulyadi.

Sontak hal itu membuat Ade Kuswara tersipu malu menundukkan kepalanya sembari menyebut amin.

Gubernur Jabar itu juga berkelakar bahwa kekayaan Bupati Bekasi

“Udah berjanji seluruh asetnya akan dimasukin ke kas daerah,” ujar Dedi Muyadi sambil tertawa.

Ade Kuswara pun ikut tertawa mendengar candaan Gubernur Jawa Barat yang merupakan pimpinannya tersebut.

KDM Beri Julukan ke Ade Kuswara Kunang

Ade Kuswara Kunang dikenal publik lewat aksi pembongkaran bangunan bermasalah dan citra kepemimpinan keras di lapangan.

Dedi Mulyadi menegaskan telah menjuluki ‘Si Raja Bongkar’ kepada Bupati Bekasi.

Menurutnya, Ade Kuswara Kunang pemberani membongkar bangunan liar di sepanjang aliran sungai.

“Si Raja Bongkar gelar itu saya berikan karena nyalinya yang tinggi ditengah orang senang terhadap popularitas tapi Bupati Bekasi berani mengambil resiko untuk bertentangan dengan arus karena ingin mengembalikan Bekasi pada jati dirinya,” ungkapnya.

Ia juga menerangkan Bekasi erat dengan kerjaan Tarumanegara yang adalah kekuatannya pada daerah aliran sungai.

Maka Tarumanegara pasti menguasai aliran sungai, muara pantai seluruh kerajaan pasti dekat dengan sungai karena pada waktu itu alat transportasi publik yang paling murah dan bisa dibangun adalah sungai.

“Karena itu kalau ingin mengembalikan kejayaan Bekasi, maka kembalikanlah fungsi-fungsi sungai. Maka dia harus terhampar dengan panjang tanpa ada yang membatasi, lebarnya harus terjaga kedalamannya harus terjaga,” katanya.

Terjerat KPK

Ade Kuswara Kunang kini justru harus berhadapan dengan proses hukum.

OTT KPK yang berlangsung Kamis 18 Desember 2025 itu menyeret nama Ade Kuswara Kunang.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penindakan di wilayah Bekasi.

Ia menyebut tim penyidik telah mengamankan sekitar 10 orang dalam operasi senyap yang berlangsung sejak 17–18 Desember 2025 tersebut.

“Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan. Sampai dengan saat ini tim sudah mengamankan sekitar sepuluh orang. Masih berproses,” ujar Budi.

Buntut dari penangkapan Ade Kuswara, tim penyidik KPK langsung bergerak menyegel sejumlah ruangan di Komplek Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, pada Kamis (18 Desember 2025) malam.

Penyegelan yang berlangsung singkat sekitar 15 hingga 30 menit tersebut menyasar ruang kerja Bupati Bekasi dan Kantor Dinas Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi.

KPK memiliki waktu 1×24 jam setelah penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan.

Punya Harta Fantastis

Ade Kuswara Kunang merupakan Bupati Bekasi periode 2025–2030, politikus PDIP yang dilantik pada Februari 2025.

Harta kekayaannya sempat tercatat dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

Ade Kuswara Kunang tercatat memiliki total harta kekayaan senilai Rp 81,8 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK yang dilaporkannya pada tanggal 31 Maret 2024 untuk periodik 2023.

Harta terbanyak Ade Kuswara Kunang berasal dari tanah dan bangunan yang ia milik di wilayah Bekasi, Karawang, Cianjur, senilai Rp 76,5 miliar atau Rp 76.527.000.000.