KabarSunda.com- Bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, membuat desa itu berubah mencekam.
Desa Pasirlangu terletak di sisi selatan kaki Gunung Burangrang. Secara administratif, wilayah ini masuk Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Sebagian besar area desa berupa permukiman yang berdampingan dengan lahan pertanian dan perkebunan. Lingkungan perkampungan dikelilingi kebun sayuran dan tanaman hortikultura lainnya.
Desa ini memiliki beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah, antara lain: keripik, aneka olahan susu, kopi, kerajinan tangan, hasil pertanian organik
Catatan dari Universitas Padjadjaran serta kegiatan KKN sejumlah perguruan tinggi menyebutkan Pasirlangu dikenal sebagai sentra produksi paprika. Sistem pertaniannya telah berkembang melalui koperasi, kelompok tani, dan petani mandiri.
Wilayah Pasirlangu berada pada ketinggian sekitar 900 hingga 2.050 meter di atas permukaan laut. Suhu rata-rata berkisar 20 hingga 25 derajat Celsius, menjadikan desa ini masuk zona iklim sedang dan sejuk yang sesuai untuk tanaman perkebunan dan hortikultura.
Selain paprika bernilai jual tinggi, warga juga menanam berbagai jenis sayuran serta bunga potong.
Berbagai sayuran yang dihasilkan dari tanah di Pasirlangu pun termasuk sayuran eksklusif. Selain paprika, desa ini menghasilkan timun jepang sampai herba italia seperti oregano hingga basil.
Petani di Pasirlangu telah menerapkan sistem pertanian moderen, termasuk hidroponik dengan greenhouse dalam proses budidayanya.
Paprika hasil pertanian desa ini dikenal memiliki kualitas baik. Distribusinya telah menjangkau pasar domestik sekaligus pasar ekspor.
Bencana longsor di Desa Pasirlangu, berubah segalanya. Desa itu kini mencekam.
Peristiwa ini diduga kuat berkaitan dengan intensitas hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih empat hari berturut-turut.
Informasi terkini mencatat enam orang dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi tertutup material tanah. Mereka adalah Sunarya, Jajang, Nining, Enur, Aah, dan Rahmat.
“Jadi datanya ini masih bergerak, terbaru 6 orang meninggal dunia,” kata Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis.
Catatan sementara menunjukkan total 111 warga terdampak dalam kejadian ini. Dari jumlah tersebut, 21 orang berhasil selamat. Sementara itu, sekitar 30 rumah dilaporkan tertimbun tanah akibat longsoran.
“Selain 6 orang tadi, 21 selamat, dan 84 masih dalam pencarian,” ungkapnya.
Penduduk yang tinggal dalam radius 100 meter dari lokasi longsor telah diminta mengungsi demi keselamatan. Sebagian besar dari mereka berada di kantor desa, meskipun rencana pemulangan bertahap mulai dipertimbangkan.
“Jumlah data masih bisa berubah, kita terus monitor dari posko kantor desa. Sebagian warga yang rumahnya radius 100 meter masih mengungsi, cuma kita akan pulangkan sebagian karena fokus pengungsian buat mereka yang rumahnya terdampak,” kata Nur Awaludin.











