Ini Daerah dengan Angka Perceraian Tertinggi di Jawa Barat

KabarSunda.com- Kabupaten Indramayu menjadi wilayah di Provinsi Jawa Barat dengan angka perceraian tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat terakhir pada 2024, angka pernikahan di Indramayu mencapai 14.025. Namun, di tahun tersebut juga angka perceraiannya tinggi mencapai 7.460.

Dari jumlah tersebut, cerai talak mencapai 1.864 kasus, sedangkan cerai gugat mencapai 5.596 kasus.

Pada tahun tersebut, angka jumlah cerai juga tinggi di Kabupaten Bogor mencapai 6.291 kasus, Kabupaten Bandung 6.961 kasus, dan Kota Bandung 4.934 kasus.

Tingginya angka cerai di Indramayu, sudah terjadi sejak tahun 2022. Di tahun tersebut, angka pernikahan sebanyak 17.044, dengan perceraian mencapai 9.152 kasus. Rinciannya, cerai talak 2.506 kasus, dan cerai gugat 6.646.

Tahun 2023, angka perceraian sempat menurun menjadi 8.827, dengan rincian cerai talak 2.409 dan cerai gugat 6.418.

Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Paling Banyak Janda ‘Baru’ Tahun 2025

Kota Bandung juga mencatatkan angka perceraian yang cukup tinggi di tahun 2025.

Sumber Kepaniteraan Pengadilan Agama (PA) Kota Bandung mengungkap, sepanjang 2025, tercatat ada 7.119 kasus perceraian. Rinciannya ialah 5.520 perkara cerai gugat dan 1.599 cerai talak.

Dari 7.119 kasus, sebanyak 6.642 diputus cerai oleh majelis hakim.

Adapun penyebab perceraian didominasi karena faktor ekonomi (1.839 kasus), perselisihan dan pertengkaran terus menerus (3.459 kasus), serta meninggalkan salah satu pihak (326 kasus).

Dalam data Kepaniteraan PA Bandung, tercatat 30 kecamatan di Kota Bandung dengan angka perceraian tertinggi.

Kecamatan Kiaracondong menjadi kecamatan dengan pasutri bercerai terbanyak, yakni 353 kasus.

Berikut penerimaan perkara perceraian per kecamatan tahun 2025:

1. Sukasari : 168 kasus

2. Coblong : 319 kasus

3. Babakan Ciparay : 334 kasus

4. Bojongloa Kaler : 266 kasus

5. Andir : 209 kasus

6. Cicendo : 209 kasus

7. Sukajadi : 292 kasus

8. Cidadap : 123 kasus

9. Bandung Wetan : 54 kasus

10. Astana Anyar : 149 kasus

11. Regol : 192 kasus

12. Batununggal : 322 kasus

13. Lengkong : 131 kasus

14. Cibeunying Kidul : 287 kasus

15. Bandung Kulon : 295 kasus

16. Kiaracondong : 353 kasus

17. Bojongloa Kidul : 208 kasus

18. Cibeunying Kaler : 193 kasus

19. Sumur Bandung : 65 kasus

20. Antapani : 203 kasus

21. Bandung Kidul : 131 kasus

22. Buahbatu : 263 kasus

23. Rancasari : 215 kasus

24. Arcamanik : 251 kasus

25. Cibiru : 185 kasus

26. Ujungberung : 319 kasus

27. Gedebage : 126 kasus

28. Panyileukan : 84 kasus

29. Cinambo : 62 kasus

30. Mandalajati : 196 kasus