Longsor Cisaru KBB: 64 jenazah Teridentifikasi, 16 Warga Masih Tertimbun

KabarSunda.com- Operasi pencarian korban longsor dahsyat di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memasuki babak baru.

Hingga Kamis (12 Februari 2026), fokus utama SAR Gabungan kini tertuju pada 16 warga desa yang statusnya masih dinyatakan hilang.

Berdasarkan data terbaru, dari total 80 warga yang dilaporkan hilang saat bencana terjadi, sebanyak 64 orang telah berhasil diidentifikasi.

Artinya, masih ada sisa 16 warga Desa Pasirlangu yang keberadaannya terus dicari di bawah material longsoran Gunung Burangrang.

Sar Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, mengungkapkan bahwa tim DVI Polri telah bekerja keras mengidentifikasi 101 kantong jenazah yang dievakuasi sejak hari pertama.

“Dari 101 kantong jenazah tersebut, 86 di antaranya sudah diproses, dan identitas 83 korban telah terungkap.”

“Mereka terdiri dari warga sipil dan personel TNI Marinir,” ujar Ade Dian di posko utama, Kamis, 12 Februari 2026.

Rincian dari 83 identitas yang terungkap adalah:

  • 64 orang: Warga setempat Desa Pasirlangu.
  • 19 orang: Bagian dari 23 personel TNI Marinir yang menjadi korban jiwa.

Operasi Pencarian Berlanjut Secara Terbatas

Meskipun saat ini mulai memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi, Ade menegaskan bahwa Basarnas tidak akan menghentikan pencarian sepenuhnya selama masih ada daftar korban yang belum ditemukan.

“Kami tetap hadir di lokasi. Operasi saat ini dilakukan secara terbatas dengan menyisir sektor-sektor yang memiliki indikasi kuat keberadaan korban.”

“Jika ada informasi atau temuan baru di lapangan, tim Basarnas akan langsung bergerak menindaklanjuti,” tegasnya.

Kilas Balik Tragedi Gunung Burangrang

Bencana longsor ini menerjang Desa Pasirlangu pada Sabtu (24 Januari 2026) dini hari.

Material tanah dari puncak Gunung Burangrang menyapu tiga kampung di desa tersebut.

Data korban secara keseluruhan mencatat:

  • Total Warga Terdampak: 158 orang.
  • Selamat: 78 orang.
  • Hilang/Tewas: 80 warga desa (64 ditemukan, 16 masih dalam pencarian) dan 23 personel TNI Marinir.

Hingga saat ini, keluarga korban yang belum ditemukan masih menaruh harapan besar di lokasi pencarian, menanti kepastian anggota keluarga mereka yang masih tertimbun material longsor.