Ngabuburit Sambil Berliterasi di Jusuf Kalla Library, Tren Baru Anak Muda Depok

Dua anak muda Gen Z sedang asik membaca buku di Jusuf Kalla Library Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), belum lama ini. (Foto: Diskominfo Depok)

KabarSunda.com- Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit sudah menjadi tradisi yang melekat di tengah masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan. Biasanya, waktu tersebut diisi dengan berburu takjil, jalan-jalan, atau sekadar berkumpul bersama teman.

Namun, kini muncul tren baru di kalangan anak muda Depok, yakni ngabuburit sambil berliterasi. Salah satu tempat yang menjadi favorit adalah Jusuf Kalla Library, yang berada di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Kecamatan Sukmajaya, Kelurahan Cisalak.

Menjelang waktu berbuka, suasana perpustakaan modern ini justru ramai dikunjungi. Para pengunjung memilih menghabiskan waktu dengan membaca buku, mengerjakan tugas, hingga sekadar menikmati suasana yang tenang dan nyaman.

Salah satu pengunjung, Murni, mengaku sengaja datang untuk mencari suasana ngabuburit yang berbeda dari biasanya.

“Lebih ke bosan sih, ngabuburit gitu-gitu saja. Makanya aku ke sini, Jusuf Kalla Library, buat ngabuburit. Ini pertama kali juga,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (26/02/26).

Menurutnya, suasana perpustakaan yang bersih, wangi, dan estetik membuat waktu menunggu berbuka terasa lebih menyenangkan.

“Selain ngabuburit, ya pasti foto-foto. Bagus, wangi, bersih banget perpusnya,” tambahnya.

Tak hanya itu, fasilitas yang lengkap juga menjadi alasan dirinya betah berlama-lama di tempat tersebut.

“Jusuf Kalla Library pas banget buat ngabuburit. Bukan cuma membaca buku, aku juga bisa memanfaatkan fasilitas co-working atau sekadar bersantai di area santai,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Media dan Komunikasi UIII, Dadi Darmadi mengatakan, fenomena ini menunjukkan perubahan positif dalam cara generasi muda memaknai Ramadan.

“Alhamdulillah, di bulan Ramadan tahun ini Jusuf Kalla Library menjadi salah satu destinasi favorit anak muda Depok untuk menjalani waktu ngabuburit yang lebih bermakna.

Banyak yang datang membaca buku, berdiskusi ringan tentang literasi keislaman, atau sekadar menikmati suasana tenang sambil menunggu azan Magrib,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian pengunjung juga memanfaatkan waktu ngabuburit untuk mengikuti tadarus ringan di Masjid Kampus Rahmatan Lil ‘Alamin.

Menurutnya, tren ini menjadi tanda bahwa generasi muda semakin kreatif dalam mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

“Mereka tidak hanya menunggu waktu berbuka dengan makanan, tetapi juga dengan ilmu dan kebersamaan intelektual. Jusuf Kalla Library bukan sekadar tempat membaca, tetapi sudah menjadi ruang hidup dan ruang tumbuh bagi komunitas literasi di Depok,” jelasnya.

Dengan konsep modern yang ramah bagi generasi Z hingga generasi Alpha, Jusuf Kalla Library menawarkan berbagai fasilitas penunjang kenyamanan pengunjung.

Mulai dari co-working space, desain interior yang menarik, akses Wi-Fi, hingga meja dan kursi yang memadai. Koleksi buku yang lengkap juga menjadi daya tarik tersendiri, sehingga menjadikannya salah satu spot nongkrong favorit anak muda.

Selain itu, tersedia zona baca dengan suasana tenang, kursi yang nyaman, serta pencahayaan alami yang sejuk. Area ini cocok untuk membaca buku, mendalami materi kuliah, atau sekadar menikmati waktu luang.

Perpustakaan ini juga dilengkapi fasilitas digital, seperti komputer yang dapat digunakan untuk riset.

Selama Ramadan 1447 Hijriah, Jusuf Kalla Library buka setiap Senin hingga Jumat pukul 09.00–17.00 WIB, dan Sabtu pukul 09.00–15.00 WIB. Untuk masyarakat umum, dikenakan tarif sebesar Rp10.000 per sekali kunjungan.