Majelis Talim Aparatur Disdukcapil Kabupaten Sukabumi Menggapai Keberkahan Ramadhan dan Meraih Lailatul Qadar

Sumber: Disdukcapil Kabupaten Sukabumi

KabarSunda.com- Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan aparatur selama bulan suci Ramadhan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Majelis Ta’lim Aparatur pada Jumat (13/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini menghadirkan mubalig K.H. Maftukhin Ahmad yang menyampaikan tausiyah tentang keberkahan Ramadhan dan keutamaan malam Lailatul Qadar.

Dalam ceramahnya, K.H. Maftukhin Ahmad mengawali dengan mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat waktu dan usia yang diberikan Allah SWT.

Menurut beliau, nilai kehidupan seseorang bukan hanya diukur dari panjangnya umur, tetapi dari keberkahan dan amal kebaikan yang mengisinya.

Ia menegaskan bahwa umur yang penuh amal saleh akan menjadi lebih bernilai di sisi Allah SWT. Hal tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–3)

Melalui ayat tersebut, beliau menjelaskan bahwa satu malam Lailatul Qadar memiliki nilai ibadah yang lebih baik daripada seribu bulan atau sekitar 83 tahun.

Artinya, apabila seorang muslim mendapatkan malam tersebut dan mengisinya dengan ibadah, maka nilainya melebihi ibadah sepanjang usia manusia pada umumnya.

K.H. Maftukhin Ahmad juga menyampaikan bahwa Lailatul Qadar merupakan karunia khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW.

Hal ini sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad yang secara umum memiliki usia lebih pendek dibanding umat para nabi terdahulu. Rasulullah SAW sendiri bersabda:

“Umur umatku antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.” (HR. Tirmidzi)

Oleh karena itu, Allah SWT memberikan keutamaan malam Lailatul Qadar agar umat Nabi Muhammad SAW tetap memiliki kesempatan meraih pahala yang sangat besar meskipun usia mereka tidak sepanjang umat terdahulu.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memaparkan beberapa cara yang dianjurkan para ulama untuk meraih malam Lailatul Qadar.

Salah satunya adalah dengan memperbanyak ibadah di setiap malam Ramadhan, seperti melaksanakan salat tarawih, tahajud, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak doa dan istighfar.

Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus yang dianjurkan dibaca ketika berharap mendapatkan malam Lailatul Qadar:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku). (HR. Tirmidzi)

Menurut beliau, terdapat beberapa cara yang biasa dilakukan umat Islam dalam “menghadang” datangnya Lailatul Qadar, di antaranya memperbanyak ibadah sepanjang malam Ramadhan, meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir (asyarul akhir), menghidupkan malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29, serta memperbanyak iktikaf di masjid.

Beliau juga menekankan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum yang sangat istimewa karena setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya.

Amal sunnah dinilai seperti amal wajib, sedangkan amal wajib dilipatgandakan berkali-kali lipat oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memaksimalkan waktu Ramadhan dengan berbagai amal saleh.

Dalam ceramahnya, K.H. Maftukhin Ahmad mengingatkan bahwa setiap manusia kelak akan kembali kepada Allah SWT dan dimintai pertanggungjawaban atas segala amal perbuatannya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan bertakwalah kepada Allah pada hari ketika kamu semua dikembalikan kepada-Nya, kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizalimi.” (QS. Al-Baqarah: 281)

Kegiatan Majelis Ta’lim ini menjadi momentum penting bagi aparatur Disdukcapil Kabupaten Sukabumi untuk merefleksikan diri dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui tausiyah yang disampaikan, diharapkan seluruh aparatur dapat memanfaatkan sisa bulan Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, meningkatkan keikhlasan dalam bekerja, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan saling memaafkan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah pribadi, tetapi juga menjadi sarana membangun aparatur yang berintegritas, berakhlak, dan penuh keberkahan dalam menjalankan amanah pelayanan publik.