Laris Manis! Menengok Kesibukan Rumah Produksi Minimarketibu Depok Siapkan Ratusan Bingkisan Lebaran

Rumah produksi Minimarketibu menjual parcel/hampers IdulFitri 1447 H di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis. (Foto: JD 01/Diskominfo Depok)

KabarSunda.com- Kotak-kotak parsel berwarna cerah tampak tersusun rapi di rumah produksi Minimarketibu yang berlokasi di Jalan Tipar, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis.

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pesanan bingkisan Lebaran terus berdatangan dari pelanggan yang ingin berbagi kebahagiaan dengan keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Tradisi kirim-mengirim parsel memang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri.

Selain sebagai bentuk perhatian, bingkisan tersebut juga menjadi cara untuk mempererat silaturahmi dengan orang-orang terdekat.

Owner Minimarket ibu, Tari mengatakan, pada momen Lebaran tahun ini produksi parsel di tempat usahanya dapat mencapai sekitar 200 hingga 300 paket.

Permintaan tidak hanya datang dari masyarakat Kota Depok, tetapi juga dari luar daerah.

“Biasanya pembeli berasal dari pribadi, kantor, maupun instansi. Ada juga yang dari luar Depok, pengirimannya menggunakan jasa kargo,” ujarnya kepada berita.depok.go.id.

Pemesanan parsel umumnya dilakukan melalui WhatsApp maupun media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Sistem penjualan yang diterapkan adalah pre-order (PO), di mana pembeli melakukan pemesanan terlebih dahulu dengan membayar uang muka sebesar 50 persen sebelum parsel diproduksi.

Minimarketibu menawarkan berbagai pilihan parsel dengan isi yang beragam, mulai dari kue kering, paket sembako, hingga peralatan makan yang dikemas dengan tampilan menarik.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp55.000 hingga Rp400 ribu per paket.

Pembeli juga dapat memesan parsel secara custom, dengan harga yang bisa mencapai Rp1 juta tergantung isi dan desain yang diinginkan.

Tari menuturkan, usaha parsel tersebut sebenarnya baru dirintis sekitar tiga tahun lalu.

Awalnya ia hanya mencoba mengikuti tren hampers yang sedang ramai di media sosial dan menawarkan produknya kepada teman-teman.

“Awalnya hanya coba-coba karena melihat hampers sedang tren. Saya menawarkan ke teman-teman dulu, ternyata pesanan yang datang justru di luar perkiraan,” jelasnya.

Seiring meningkatnya pesanan, usaha tersebut kini berkembang dan dijalankan bersama anggota keluarga.

Dari penjualan parsel saja, omzet yang diperoleh saat momen Lebaran dapat mencapai sekitar Rp40 juta.

Selain parsel, Minimarketibu juga memproduksi kue kering serta dimsum yang dibuat langsung oleh anak-anaknya.

Namun menjelang Lebaran, permintaan parsel menjadi yang paling ramai dan membawa berkah tersendiri baginya.

“Di luar Lebaran kami juga menerima orderan untuk perayaan hari-hari besar keagamaan lainnya. Mudah-mudahan bisnis ini dapat membawa keberkahan untuk kami dan konsumen,” tandasnya.