Proyek Tol Getaci Terancam Mandek, Pengamat: Potensi Ekonomi Besar, Butuh Dorongan Serius 

KabarSunda.com- Tol Gedebage-Cilacap (Getaci) masih terjebak dalam ketidakpastian. Sepinya minat investor membuat megaproyek strategis nasional itu belum jelas arah kelanjutannya.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan Acuviarta Kartabi, menilai perlunya disamakan persepsi antara investor dan pemerintah daerah. Pasalnya, keduanya sama-sama memiliki kepentingan.

“Sebenarnya kepentingan itu bisa sama-sama bersinergi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan,” ujarnya, dikutip dari TribunJabar.id, Rabu, 16 April 2026.

Menurut Acu, sapaan akrabnya, pemerintah daerah harus serius memperhatikan proyek tol yang digadang-gadang terpanjang se-Indonesia.

Terutama, kata dia, dari sisi pembebasan lahan. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat menjadi sebuah keharusan agar bisa sama-sama bersinergi.

“Tentu koordinasi itu harus intens dan dioptimalkan, karena tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah provinsi atau mengandalkan pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten/Kota saya melihat belum kuat reaksinya. Padahal, kan, implikasinya bisa mendorong mobilitas dan aksesibilitas ke kawasan Periangan Timur,” jelasnya.

Ditinjau dari jumlah penduduk di Priangan Timur yang mecapai tujuh juta penduduk, Acu mengungkap, potensi ekonomi bisa bergulir dengan hadirnya Tol Getaci.

Tol dengan panjang 207 KM yang melintasi wilayah Priangan hingga Jawa Tengah dinilai Acu harus menjadi proyek prioritas.

“Kita butuh trigger pertumbuhan. Tidak bisa hanya existing memainkan peran-peran sumber pertumbuhan yang ada. Harus inovatif,” ujarnya.

Dikatakan Acu, pertumbuhan ekonomi harus didorong dengan membuka kawasan-kawasan dengan potensi bottleneck atau titik-titik kemacetan.

“Dari sisi transportasi dan mobilitas seperti periangan timur bisa lebih terbuka karena potensinya besar,” imbuhnya.

Acu mengatakan, dari sisi pertanian di wilayah Priangan adanya sektor kehutanan, perkebunan, perikanan.

Potensi tersebut kini mendatangkan wisatawan melalui sektor pariwisata.

“Kita mengenal Jabar Selatan itu dari mulai Garut, Tasik hingga Pangandaran memiliki potensi pariwisata. Namun selama ini kurang kita dorong. Karena itu penting adanya terobosan,” ujarnya.