Hukrim  

Aksi Begal Cukup Meresahkan, XTC Indonesia Siap Bersinergi dengan Aparat Jaga Kota Bandung

XTC INDONESIA TOLAK BEGAL - SIAP BERSINERGI DENGAN APARAT KEAMANAN JAGA KOTA BANDUNG DAN SEKITARNYA

KabarSunda.com- Kekhawatiran masyarakat Kota Bandung saat ini memang sedang disorot akibat maraknya aksi begal jalanan yang kian nekat dan brutal. Gelombang kejahatan ini bahkan membuat warganet di media sosial menjuluki Bandung sebagai wilayah Red Zone atau darurat begal.

Waktu aksi tidak kenal Jam, bahkan pelaku tidak hanya mengincar korban pada malam atau dini hari, tetapi kini berani beraksi pada pagi dan siang hari. Sebagai contoh, insiden pembegalan ponsel terhadap warga yang sedang lari pagi di Jalan Babakan Ciparay.

Modus Semakin Beragam: Selain memepet korban menggunakan senjata tajam secara langsung, pelaku juga kerap menggunakan modus lain seperti mengaku-ngaku sebagai debt collector gadungan, seperti yang terjadi di Jalan BKR.

Para pelaku tidak segan melakukan kekerasan fisik maupun pembacokan langsung demi merebut motor atau barang berharga korban, seperti kejadian di Flyover Kopo dan kawasan Sukajadi.

Menanggapi keresahan warga, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) XTC Indonesia siap bersinergi dengan aparat Kepolisian guna menciptakan Kota Bandung aman dan kondusif.

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, XTC Indonesia menyatakan sikap dan keprihatinan atas kondisi keamanan di Kota Bandung yang mulai meresahkan warga, hal tersebut disampaikan Kang Ogi, Bidang Pendidikan DPP XTC Indonesia kepada KabarSunda,Minggu (19/7/2026).

“Kami, keluarga besar XTC Indonesia, MENOLAK KERAS segala bentuk aksi begal, kekerasan, dan kejahatan jalanan. Bandung ini rumah kita bersama. Tidak boleh ada warga yang takut pulang malam karena khawatir jadi korban.”ujar Kang Ogi.

“Lewat gerakan XTC Indonesia melawan Begal, kami ingin menyampaikan 3 hal:

Cegah: Kami akan aktif melakukan patroli kemanusiaan dan edukasi di titik-titik rawan bersama warga.

Lapor: Kami mengajak seluruh anggota dan masyarakat untuk tidak takut melapor jika melihat tindakan mencurigakan.

Solidaritas: XTC Indonesia siap bersinergi penuh dengan Polrestabes Bandung dan Polda Jabar untuk menjaga kondusifitas kota.”

XTC Indonesia percaya, keamanan bukan hanya tugas aparat. Tapi tanggung jawab kita bersama. Kami hadir bukan untuk membuat gaduh, tapi untuk menjaga aman di jalan, nyaman di kota.

Tuntutan kami kepada Aparat:

Meningkatkan patroli di jam-jam rawan, terutama pukul 22.00 – 04.00 WIB.

Menindak tegas pelaku begal tanpa pandang bulu.

Membuka kanal komunikasi dengan ormas seperti XTC Indonesia untuk pertukaran informasi di lapangan,pungkas Kang Ogi.