Dinkes Subang Tingkatkan Kewaspadaan Covid-19, Swab Diperlukan untuk Pasien Bergejala Berat

KabarSunda.com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mulai mengambil langkah antisipatif menyusul terbitnya Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan RI mengenai kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus COVID-19.

Surat edaran tersebut menginstruksikan seluruh Dinkes daerah dan rumah sakit rujukan untuk bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan kasus, seiring dengan adanya tren kenaikan kasus di sejumlah negara Asia.

Kepala Dinkes Subang, dr Maxi, menyebutkan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti arahan tersebut dengan menyusun berbagai strategi. Salah satunya adalah penguatan sistem pemantauan penyakit menular melalui SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon).

“Kami telah menerima edaran dari Kemenkes minggu lalu. Salah satu langkah yang kami ambil adalah penguatan pemantauan melalui SKDR untuk deteksi dini penyakit menular, termasuk COVID-19,” ujar dr Maxi, Senin, 2 Juni 2025.

Surat Edaran Nomor SR.03.01/C/1422/2025 Tentang Kewaspadaan Terhadap Peningkatan Kasus Covid-19 itu berisi situasi covid-19 di berbagai negara saat ini.

Ia menambahkan, Dinkes Subang telah mengantongi data dari SKDR yang dapat digunakan untuk menindaklanjuti laporan kasus dalam waktu 1×24 jam.

Jika ditemukan indikasi peningkatan kasus yang mengarah pada COVID-19, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan laboratorium untuk tindakan lanjutan.

Jajaki Kerja Sama dengan Balai Veteriner Subang

Dalam upaya memperkuat deteksi laboratorium, Dinkes Subang juga membuka peluang kerja sama kembali dengan Balai Veteriner Subang. Langkah ini diambil mengingat keterbatasan fasilitas pemeriksaan COVID-19 di Dinkes.

“Kami akan mulai negosiasi minggu ini dengan kepala Balai Veteriner. Tujuannya untuk membahas kemungkinan kerja sama pengujian sampel, karena saat ini kami belum memiliki kemampuan penuh untuk uji laboratorium secara mandiri,” ungkapnya.

Selain Balai Veteriner, koordinasi juga akan dilakukan dengan rumah sakit rujukan seperti RSUD Subang. Rumah sakit ini dinilai berperan penting dalam penanganan pasien dengan gejala berat infeksi saluran pernapasan yang dapat mengarah pada COVID-19.

“Teman-teman di rumah sakit adalah garda terdepan. Maka, konsolidasi dengan mereka sangat penting untuk langkah identifikasi awal,” tambah dr Maxi yang juga menjabat Ketua IDI Cabang Subang.

Anggaran Swab Masih Menunggu dari Kemenkes

Terkait tes swab untuk mendeteksi COVID-19, dr Maxi mengungkapkan bahwa swab hanya akan dilakukan kepada pasien dengan gejala berat yang dirawat di rumah sakit.

Namun hingga kini, Dinkes Subang belum memiliki anggaran khusus untuk melakukan pemeriksaan tersebut.

“Kami masih menunggu kejelasan dari Kemenkes apakah tes swab akan ditanggung pusat atau perlu dianggarkan sendiri oleh daerah. Karena saat ini, kami belum memiliki peralatan yang memadai,” jelasnya.

Lonjakan Kunjungan ke Puskesmas Jadi Alarm Kewaspadaan

Dinkes Subang juga mencatat lonjakan signifikan jumlah kunjungan ke puskesmas. Misalnya, Puskesmas Pagaden dan Puskesmas Sukarahayu mencatat kunjungan hingga 250–300 orang per hari.

Hal ini disebut sebagai dampak dari beberapa faktor, seperti perubahan pola penyakit, kesadaran masyarakat, dan kepercayaan terhadap layanan kesehatan.

“Masyarakat kini lebih sadar pentingnya pemeriksaan sejak dini. Ditambah adanya BPJS dan fasilitas yang makin baik di puskesmas, mereka lebih memilih memeriksakan diri dibanding membeli obat sendiri,” ujarnya.

Masyarakat Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Menghadapi situasi ini, dr Maxi mengimbau masyarakat Subang untuk tidak panik namun tetap waspada.

Protokol kesehatan yang pernah diberlakukan semasa pandemi diminta untuk kembali diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Gunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Itu langkah sederhana tapi terbukti efektif. Jangan panik, tapi tetap waspada,” pungkasnya.