KabarSunda.com- Hari kedua libur panjang Wafat Yesus Kristus, dimanfaatkan sebagian besar masyarakat untuk pergi berlibur ke tempat wisata.
Aktivitasnya masyarakat ini pun berpotensi membuat kepadatan arus lalu lintas di kawasan tempat wisata.
Adapun untuk mengantisipasinya, polisi telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas di sejumlah jalur wisata di Jawa Barat.
Dua lokasi yang menjadi titik fokus yaitu wilayah Puncak Bogor dan Lembang Bandung Barat.
Dirlantas Polda Jawa Barat (Jabar) Dodi Darjanto mengatakan, pihaknya menerjunkan sekitar 500 personel yang tersebar di beberapa titik rawan macet.
Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu penerapan rekayasa lalin berjalan sesuai rencana.
“Pengamanan disiapkan untuk meningkatkan kelancaran dan keselamatan lalu lintas sampai saat ini aman terkendali. Sekitar 500 anggota kepolisian lalu lintas dikerahkan,” kata Dodi saat dikonfirmasi, Sabtu, 19 April 2025.
Dia menuturkan, skema yang diterapkan di kawasan Puncak Bogor yaitu buka tutup jalur. Ini dinilai efektif untuk mengurai kemacetan saat momen libur panjang.
“Skema sama seperti penanganan hari libur panjang untuk puncak buka tutup jalur dan di Lembang perlancar arus saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Jasa Marga menerapkan sistem Contra flow mulai dari KM 44+400 sampai KM 46+400 ruas Tol Jagorawi Arah Puncak pukul 06.20 WIB. Siang ini, pukul 12.05 WIB skema tersebut diberhentikan.
Untuk mengantisipasi kepadatan, akses keluar gadog atau Puncak ditutup imbas diberlakukannya lalin satu arah di jalur arteri Puncak arah Jakarta oleh polisi.
“Pengguna jalan yang ingin menuju kawasan puncak melalui Ruas Tol Jagorawi untuk mengantisipasi rute dan waktu perjalanannya untuk menghindari kepadatan akibat antrean kendaraan,” kata Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Alvin Andituahta.
Berdasarkan data terakhir Jasamarga, volume kendaraan yang menuju Jawa Barat dari Jakarta mengalami kenaikkan 12,21 persen dari 67.963 menjadi 76.258 kendaraan.
Sedangkan arah sebaliknya, yakni yang menunju ke Jakarta bertambah dari 55.021 menjadi 62.087 kendaraan atau naik 12,84 persen. Kendaraan terdistribusi melalui dua tol, yaitu gerbang Tol Cileunyi dan Gerbang Tol Pasteur.
Volume kendaraan menuju Bandung atau Jakarta di GT Cileunyi tercatat juga mengalami kenaikkan 16,43 persen dari 26.398 menjadi 30.736 kendaraan. Sedangkan volume lalu lintas transaksi dari arah sebaliknya atau yang menuju Rancaekek, Garut dan sekitarnya melalui GT Cileunyi tercatat 37.457 kendaraan.
“Naik sebesar 27.18% dibanding lalu lintas normal sebanyak 29.453 kendaraan,” ucapnya.
Sementara di GT Pasteur kendaraan yang meninggalkan Kota Bandung naik 9,53 persen dari 28.623 saat normal menjadi 31.351 kendaraan.
Adapun untuk yang menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur, tercatat 38.801 kendaraan atau naik sebesar 0.76% dibanding lalu lintas normal sebanyak 38.510 kendaraan.











