KabarSunda.com- Setidaknya ada lima daerah di Jawa Barat yang tercatat memiliki skor IPM rendah.
Skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah, mengindikasikan adanya masalah dalam kualitas hidup masyarakat di suatu wilayah.
Hal ini dilihat dari data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang terakhir adalah tahun 2024.
Sehingga masih ada tantangan pembangunan menjadi pekerjaan rumah di beberapa wilayah.
Berikut ini lima kota dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2024.
1. Cianjur
Cianjur berada di posisi kelima terbawah dengan IPM sebesar 68,89.
Meskipun masuk dalam kategori wilayah dengan IPM terendah, Cianjur sebenarnya menyimpan potensi besar yang belum tergarap optimal.
Kabupaten ini dikenal sebagai kota santri serta lumbung beras nasional, dan secara geografis memiliki kekayaan alam yang melimpah.
Cianjur adalah lumbung beras, khususnya beras pandan wangi yang terkenal dengan aroma khasnya.
Selain itu, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah, dengan dukungan industri rumah tangga dan sektor kreatif yang mulai berkembang.
2. Garut
Di atasnya Cianjur, disusul oleh Garut dengan skor IPM sebesar 69,91.
3. Tasikmalaya
Tasikmalaya berada di posisi ketiga dengan skor IPM sebesar (69,98).
4. Sukabumi
Posisi keempat ada Sukabumi dengan skor IPM sebesar 70,18.
5. Indramayu
Dan nomor 5 ada Indramayu yang mencatat IPM terendah yakni 70,72.
Angka-angka ini mencerminkan masih rendahnya pencapaian dalam tiga dimensi utama IPM: pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.
Rendahnya IPM di beberapa wilayah tersebut menunjukkan bahwa dominasi sektor pertanian belum cukup mengangkat kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah dan pusat untuk mendorong pembangunan yang lebih kuat.
Terutama dalam akses pendidikan dan layanan kesehatan yang merata di seluruh Jawa Barat.











