Pemprov Jabar Bakal Gelontorkan Rp 150 Miliar untuk Pemulihan Pascademo

KabarSunda.com- Pemerintah Provinsi Jawa Barat merealokasikan anggaran Rp 150 miliar dari APBD 2025 untuk perlindungan pekerja informal, pemulihan ekonomi, hingga perbaikan fasilitas umum yang rusak akibat aksi unjuk rasa.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan dukungan terhadap sikap DPRD Jabar yang berorientasi pada kepentingan publik, termasuk transparansi penggunaan anggaran tersebut.

“Orientasi pada upaya membangun pemerintahan yang memiliki keberpihakan pada rakyat, dengan prinsip transparansi ya kita mendukung penuh. Kita mendukung penuh, spirit ini juga merupakan spirit dari masyarakat Jawa Barat,” ujar Dedi usai pertemuan dengan pimpinan DPRD Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin, 1 September 2025.

Dedi menjelaskan, dana Rp 150 miliar itu sebagian akan digunakan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal.

“Realokasi anggaran kalau dari sisi nominal kan kebutuhan kita ini menurut saya sih di hitungan sekitar Rp 150 miliar ya, dengan komposisi-komposisi yang lain dan saya yakin itu bisa terpenuhi,” kata Dedi.

Pada tahap awal, sekitar Rp 60 miliar hingga Rp 70 miliar dialokasikan untuk membayar asuransi pekerja informal, termasuk pengemudi ojek online, selama empat bulan.

Selain itu, Pemprov Jabar juga menyiapkan anggaran perbaikan infrastruktur, ganti rugi kendaraan, dan bantuan bagi warga terdampak kerusuhan.

“Hampir pakai infrastruktur, penggantian motor rusak, mobil rusak, toko harus dibangun kembali, kemudian orang harus dijamin selama mereka nganggur,” ujar Dedi.

Ia menekankan, pemulihan ekonomi menjadi kunci agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam jangka panjang.

“Kalau politiknya mungkin dalam minggu ini sudah selesai. Tetapi ekonomi yang ditimbulkan itu akan panjang. Nah, kita ini bagaimana agar tidak panjang ekonominya, rakyat harus banyak kegiatan,” kata Dedi.

Sementara itu, Pemprov Jabar memastikan bangunan cagar budaya yang terbakar saat aksi berlangsung, termasuk Wisma MPR, akan segera diperbaiki. “Kita belum hitung ya, tapi ya kalau perbaikan gedung segala macam sih ya kalau 10 (miliaran) nyampai lah. Ya, kita perbaiki, kita bantu,” ucap Dedi.